TEKNIK PERBANYAKAN SALAK
SECARA CANGKOK
|
|
Keluaran Tanaman salak merupakan salah satu komoditas buah-buahan
tropis asli Indonesia. Perbanyakan tanaman salak dapat dilakukan
secara generatif (biji) atau vegetatif (cangkok). Bahan dan
Peralatan a. Bahan Pupuk ZA, pupuk Urea, pupuk KCL, dolomit, Borax,
ZnSO, zat pengatur tumbuh (ZPT) b. Peralatan Parang (alat potong
lainnya), pahat dan palu kayu, cethok (cepang), wadah (pot bambu
atau botol aqua) Pedoman Teknis a. Pemilihan pohon induk dan anakan
- tanaman salak dapat digunakan sebagai pohon induk apabila sudah
berproduksi secara mantap dan berumur ñ 6 - 7 tahun - pohon induk
terpilih harus sehat - jumlah tunas/anakan yang mampu dicangkok dari
satu pohon induk maksimal 3 - 5 tunas, yang ideal 2 tunas. -
pemeliharaan pohon induk dilakukan secara optimal - dosis pemupukan
khususnya varietas salak Bali dan salak Pondoh adalah 300 g ZA +
37,5 g Urea + 175 g KCL + 200 g Dolomit + 37,5 g Borax + 3,37 g ZnSO
per rumpun (pohon) - pupuk diberikan secara melingkar di bawah tajuk
terluar tanaman - penyakit yang sering menyerang tunas/anakan adalah
gejala penyakit lengkung daun dan malformasi (perubahan bentuk) yang
dicirikan dengan ujung pelepah daun tumbuh zigzag. - tunas/anakan
siap dicangkok apabila telah mempunyai 3 - 4 pelepah daun yang sudah
membuka sempurna. b. Peralatan dan wadah cangkokan - parang (alat
potong lainnya), digunakan untuk memotong daun-daun tua dari pohon
induk agar tidak mengganggu pada waktu mencangkok. - pahat dan palu
kayu, untuk membersihkan pangkal anakan sebelum dicangkok dan
memotong cangkokan saat pemisahan dari pohon induknya - Cethok (cepang)
berfungsi untuk menggali tanah disekitar anakan apabila tertutup
tanah - wadah cangkokan berfungsi sebagai tempat medium untuk
pertumbuhan akar. c. Medium Tumbuh dan Zat Pengatur Tumbuh - Medium
tumbuh mempunyai peranan sebagai penyedia hara - Komposisi medium
tumbuh terbaik yang dipakai saat mencangkok yaitu campuran tanah dan
pupuk kandang (1:1) atau campuran pupuk kandang, sekam dan pasir
(1:1:1) - Zat pengatur tumbuh (ZPT) yang mampu menginduksi akar dan
memberikan hasil positif pada cangkokan salak. - ZPT lainnya adalah
rootone F dengan dosis 50 mg/anakan - Disamping auksin sintetik
dapat juga digunakan limbah bawang merah dengan dosis 75 g d. Tahap
Pencangkokan Salak - Membersihkan tapas dan pelepah daun kering -
Menyediakan medium tumbuh dan membentuk wadah yang - Menyiapkan
larutan ZPT sesuai dengan konsentrasi yang diperlukan (7,5 cc per
tunas). - Pemasangan pot pada tunas / anakan, pot yang telah
disiapkan distel dengan besar kecilnya bonggol tunas / anakan. Pot
diisi campuran medium tumbuh, kemudian ditempelkan pada pangkal
tunas/anakan, dan pencangkokan dilakukan pada awal musim hujan. -
Pelepasan cangkokan dari pohon induk, dilakukan apabila cangkokan
telah mempunyai akar yang cukup tua dan kuat untuk dipindahkan ke
medium pot keranjang bambu. Pencangkokan dengan ZPT dapat dipanen
pada umur 2,5 - 5 bulan, sedangkan tanpa ZPT dipanen umur 6 - 8
bulan. - Pemeliharaan camgkokan dipesemaian, medium yang digunakan
untuk pemeliharaan bibit adalah campuran tanah dan pupuk kandang
dengan perbandingan 1 : 1. Pada tahap ini diperlukan tambahan
nutrisi berupa pupuk majemuk NPK sebanyak 7,5 gram setiap pot untuk
mengurangi kematian bibit menjelang siap tanam di lapang.
|
|