Teknologi  Hortikultura
PASCA PANEN CABE
Keluaran - Teknologi Pasca Panen Cabe Pedoman Teknis Penentuan umur panen Umur panen cabe biasanya 70-90 hari tergantung varietasnya, yang ditandai dengan 60% cabe sudah berwarna merah. Untuk dijadikan benih maka cabe dipanen bila buah sudah menjadi merah semua. Pemanenan - Pemanenan cabe dengan cara memetik buah beserta tangkai buahnya dan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cera. Pemanenan pada saat hujan akan menyebabkan kadar air cabe menjadi lebih tinggi sehingga cabe akan lebih cepat busuk. - Cabe yang telah dipetik diletakkan dalam keranjang bambu yang sudah dilapisi dengan daun pisang. Dapat juga digunakan goni yang terbuat dari serat atau plastik. Hal ini untuk mengurangi tercecernya cabe dan menghindari kerusakan mekanis. Untuk selanjutnya siap diangkut dan dipasarkan. - Bila cabe habis untuk dikonsumsi, tidak perlu dilakukan pengeringan dan sebaliknya bila produksi cabe melimpah dimana konsumen tidak mampu untuk menampung cabe ini, maka perlu dilakukan pengeringan. Pembuatan Cabe kering - Cabe yang masak dipilih yang sehat dan mulus, kemudian tangkainya dibuang selanjutnya dicuci bersih agar bebas kotoran dan pestisida. Setelah bersih direndam dalam larutan Natrium Bisulfit 0,2 % yaitu dengan melarutkan 2 gram NaBisulfit dalam 1 liter air panas selama kurang lebih 6 menit, sampai betul-betul terendam. Perendaman ini untuk mempertahankan warna cabe kering agar tetap seperti semula. - Selesai perendaman, cabe diangkat dan dicelupkan dalam air dingin untuk menghentikan pemanasan, lalu tiriskan dalam tampah atau niru atau rak bambu. Kemudian dijemur di panas matahari selama 7-10 hari sampai kadar air 10 % (supaya lebih tahan lama, kadar air dapat diturunkan lagi). Pengeringan juga dapat dilakukan dengan oven atau alat pengering buatan. Pembuatan Alat Pengering Sederhana Ukuran Alat : - Tinggi 130 cm (termasuk tinggi kaki 40 cm), lebar 100 cm dan panjang 100 cm. Jarak antar rak dan dinding 15 cm. Rak dibuat dengan ukuran 100x85 cm dengan bingkai selebar 4-5 cm. Alas bingkai dibuat dari bilahan bambu selebar 5 mm yang dianyam dengan jarak 5 mm. Tutup atas dibuat dengan ukuran 20x100 cm dan tutup bawah 15 x 100 cm. Luas lobang pemasukan panas 20x20 cm dengan tinggi 20 cm. Penahan panas dibuat berukuran 30x30 cm yang dipasang miring dengan ketinggian di salah satu sisinya 7,5 cm. Dinding alat pengering dibuat tiga lapis. Lapisan luar dari papan kayu, bagian tengah diisi sekam padi dan bagian dalam dilapisi seng penahan panas. Untuk kontrol suhu pada dinding pintu bagian dalam dipasang termometer. Penggunaan Alat : - Pada rak yang telah bersih, letakkan cabe yang telah ditiriskan secara teratur dengan ketebalan kurang lebih 2 cm. Setelah rak terisi penuh, rak dikembalikan ke dalam lemari pengering, lalu pintu katub atau ventilasinya ditutup. Kemudian sumber panas dipasang di lubang pemasukan panas. Suhu pengeringan yang digunakan 60 derajat Celcius. Bila telah mencapai suhu tersebut pintu dibuka untuk mempertahankan suhu. - Agar cabe rata keringnya maka rak-rak pengering harus saling dipindah tukarkan letaknya setiap 3-4 jam sekali, dengan cara rak 4 ke rak 1, rak 1 ke rak 2, rak 2 ke rak 3 dan rak 3 ke rak 4. Cara ini dilakukan terus menerus secara bergantian, sampai didapat kadar air cabe menjadi 10%. Lama pengeringan dengan alat ini akan memakan waktu 10 jam. Dengan alat ini akan didapat cabe yang lebih awet daya simpannya, rasa tetap dan warnanya tidak rusak. - Setelah pengeringan maka cabe kering bisa langsung dikemas dalam kantong plastik atau digiling untuk dijadikan bubuk. Kemudian simpan atau dikirim ke daerah yang kurang produksi cabenya sehingga penumpukan cabe di suatu daerah pada saat panen dapat teratasi.