Rencana Strategis Pusat Data dan Informasi Pertanian 2006 - 2009

Bab 1. Pendahuluan
Bab 2. Tugas Pokok, Visi dan Misi
Bab 3. Tujuan dan Sasaran
Bab 4. Keragaan
Bab 5. Kondisi Lingkungan Strategis
Bab 6. Strategi
Bab 7. Kebijakan dan Program
subglobal8 link | subglobal8 link | subglobal8 link | subglobal8 link | subglobal8 link | subglobal8 link | subglobal8 link

Bab 4. KERAGAAN

Guna memberikan pelayanan prima kepada para pengguna data dan informasi pertanian baik kepada pimpinan maupun para pelaku sistem agribisnis dan usaha-usaha agribisnis, Pusat Data dan Informasi Pertanian didukung:

4.1.    Sumberdaya Manusia

Pengembangan sumberdaya manusia (SDM) merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem informasi dan statistik pertanian. Dalam hal ini tiga sasaran penting yang ingin dicapai dari pengembangan SDM Departemen Pertanian, yaitu:

  1. Mengembangkan kemampuan penguasaan Sistem Informasi (SI) dan pengetahuan di bidang teknologi informasi (TI) serta statistik;
  2. Mengembangkan ketrampilan melalui kursus, magang dan  pelatihan;
  3. Mengembangkan kemampuan team work .

Sampai dengan saat ini, di Departemen Pertanian terdapat sejumlah 79 orang pejabat pranata komputer yang tersebar di berbagai unit Eselon I  dan II, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Namun saat ini tinggal 38 orang dan masih aktif melakukan kegiatan kepranataan komputer. Sedangkan pejabat statistisi yang semula 47 orang, tinggal 40 orang. Pengunduran diri para pejabat fungsional ini disebabkan adanya otonomi daerah sehingga sebagian pejabat fungsional dimutasikan ke daerah atas permintaan sendiri. Disamping itu, pengunduran diri karena ketidakmampuannya dalam mengumpulkan angka kredit selama batas waktu yang ditentukan.

Pusat Data dan Informasi Pertanian memiliki mandat guna melakukan pembinaan SDM bagi para pejabat pranata komputer dan statistisi lingkup Departemen Pertanian. Untuk itu telah disusun program dan kegiatan yang terfokus dalam pengembangan kemampuan penguasaan teknologi informasi dan statistik melalui pendidikan dan pelatihan serta magang sehingga diperoleh tingkat kemampuan mahir ataupun trampil dan memiliki kreativitas serta motivasi tinggi dalam melakukan tugas pokok selaku individu maupun anggota team work di bidang komputer maupun statistik.

Pusat Data dan Informasi Pertanian dalam melaksanakan tugasnya didukung oleh 108 orang dengan keragaan sebagai berikut :

4.1.1 Berdasarkan tugas pokok dan fungsi

Jika dilihat dari tugas pokok dan fungsinya, maka SDM di Pusat Data dan Informasi Pertanian didukung oleh 70 orang PNS struktural/staf, 26 orang pejabat statistisi dan 12 orang pejabat pranata komputer.

4.1.2 Berdasarkan pendidikan

Jika dilihat dari pendidikan akhir terdapat 2 orang S3, 33 orang S2, 24 orang S1, 1 orang SM, 4 orang D3, 40 orang SLTA, 1 orang SLTP dan 3 orang SD.

4.1.3 Berdasarkan pangkat/golongan

Jika dilihat  dari golongan ruang, terdapat 8 orang golongan IV, 59 orang golongan III, 37 orang golongan II dan 2 orang golongan I.

4.1.4 Berdasarkan usia

Distribusi data usia pegawai Pusat Data dan Informasi Pertanian, dapat dirinci sebagai berikut:

  1. usia 21 – 25 tahun  :  1  o rang
  2. usia 26 – 30 tahun  :  5 orang
  3. usia 30 – 35 tahun  : 15 0rang
  4. usia 36 – 40 tahun  : 30 orang
  5. usia 40 – 45 tahun  : 27 orang
  6. usia 45 – 50 tahun  : 16 orang
  7. usia 50 – 55 tahun  : 10 orang
  8. usia 56 – 60 tahun  :  4 orang

4.1.5 Berdasarkan jenis kelamin

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, terdapat : 60 orang yang memiliki jenis kelamin laki-laki dan 48 orang yang memiliki jenis kelamin perempuan.

4.2.  Sarana :

4.2.1 Perangkat Keras dan Perangkat Lunak

Di Pusat Data dan Informasi Pertanian tersedia sarana perangkat keras komputer dan perangkat lunak yang mudah diakses secara bersama baik dari dalam maupun luar Departemen Pertanian.

Dengan menggunakan fasilitas yang ada saat ini para pengguna data dan informasi dapat mengakses data dan informasi pertanian melalui fasilitas jaringan internet kapan saja diperlukan karena data tersebut tersaji selama 24 jam sehari.

1) Hardware:

Sampai dengan saat ini ketersediaan Hardware adalah sbb:

  • line printer : 3 unit
  • main frame : 1 unit
  • server                                                3 unit
  • monitor LCD                                       3 unit
  • komputer PC                                    128 unit
  • Hub                                                    8 unit
  • Printer                                              56 unit
  • Modem                                               2 unit
  • Notebook                                          34 unit
  • Wireless LAN                                     1 unit
  • PDA (Personal Data Acces)                  2 unit
  • Harddisk                                            7 buah
  • Switching D-Link                                1 unit
  • CD-RW/DVD                                      2 unit
  • NIC                                                   3 buah

              2) Software:

Ketersediaan software adalah sbb:
Software yang ada merupakan software original dari Microsoft Windows. Menurut data software yang tersedia sebagai berikut :

  • windows server enterprice 2003   10 license
  • exchange server enterprice 2003         250 license
  • office 2003 pro                                      2 license
  • office XP 2000                                        1 license
  • Mc Afee antivirus 7.0                             1 license
  • Mc Afee antivirus 8.0                             1 license
  • Adobe Photoshop 8.0                               1 license
  • Adobe Premier 7.0                                  1 license
  • Adobe After Effect 8.0                         1 license
  • Macromedia MX 2004                            1 license
  • Macromedia Director 2005                    1 license
  • Visual Studio. Net 2003                         1 license
  • Crystal Report 11.0                                  1 license
  • Arc View 3.2                                                   1 license
  • Arc EMS                                               1 license
  • Gateway Router                                     2 paket
  • Microwave Radio                                    1 paket
  • Development Tool                                   1 paket
  • Software Adobe                                     1 paket
  • Software Statistical (SPSS)                  1 paket
  • Software Management                            1 paket

3) Software telah dikembangkan oleh Pusdatin antara lain:

Sistem Informasi Manajemen
Untuk menunjang dan memperlancar kegiatan operasional administrasi Departemen Pertanian sehari-hari, dan dalam rangka mewujudkan manajemen modern telah dibangun 8 (delapan) macam sistem informasi, yaitu:

    • Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG);
    • Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIMKEU);
    • Sistem Informasi Monitoring Proyek (SIMPRO);
    • Sistem Informasi Manajemen Perlengkapan (SIMKAP);
    • Sistem Aplikasi Pencetakan Daftar GAJI (SIAPGAJI);
    • Sistem Monitoring Pembangunan;
    • Sistem Manajemen Pengetahuan;
    • Sistem Otomasi Perpustakaan.

Sistem Informasi Pertanian
Guna memperlancar kegiatan operasional penyajian data dan informasi pertanian, Pusat Data dan Informasi Pertanian juga telah membangun berbagai jenis piranti lunak sistem informasi, seperti:

  • Sistem Basisdata Statistik Pertanian (BDSP);
  • Sistem Basisdata Dokumen (BDD);
  • Sistem Basisdata Ekspor Impor;
  • Data Warehouse;
  • Sistem Formulir Elektronik (e_Form);
  • Sistem Informasi Geografi (SIG) yang terdiri dari sistem informasi potensi agribisnis, sistem informasi peta investasi, dan sistem kawasan pembangunan;
  • Sistem Informasi Pasar;
  • Sistem Pengolahan Data Harga;
  • Sistem Informasi Profil Agrowisata;
  • Sistem Otomasi Perpustakaan.

4.2.2 Lab Komputer

Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi Pusat Data dan Informasi Pertanian dalam penyediaan data dan informasi, sampai dengan saat ini Pusdatin dilengkapi dengan Laboratorium Komputer yang didukung dengan komputer sejumlah 40 unit dan peralatan pendukung berupa perangkat jaringan dlink 24 port, dlink 2000 AP.

4.2.3 Jaringan Kantor Pusat

Dalam mengantisipasi pelaksanaan otonomi daerah, Pusat Data dan Informasi Pertanian telah merancang interkoneksi jaringan komputer antara instansi pusat dan daerah dengan memanfaatkan fasilitas internet.

Saat ini unit kerja yang berlokasi di kantor pusat Departemen Pertanian telah terhubung satu dengan yang lainnya menggunakan serat optik , sedangkan antar lantai pada setiap gedung telah terhubung dengan menggunakan kabel Un-Shield Twisted Pair .  Kompleks Kantor Pertanian di Pasar Minggu juga telah terhubung ke dalam satu jaringan komputer. Antara kantor pusat dengan kompleks kantor pertanian di Pasar Minggu sudah dihubungkan ke dalam satu jaringan komputer dengan teknologi wireless menggunakan microwave.  Di Departemen Pertanian telah tersedia koneksi ke jaringan internet secara leased line yang menghubungkan jaringan komputer di Departemen Pertanian selama 24 jam.  Hingga saat ini sudah lebih dari 1.100 unit komputer terhubung dalam jaringan ini.

4.2.4 Perpustakaan

Di Pusat Data dan Informasi Pertanian telah tersedia sebuah Perpustakaan yang berisi buku-buku statistik (2.613 buku), komputer (196 buku), manajemen (45 buku), administrasi (18 buku) dan lainnya; ekonomi, ilmu pertanian, matematika, direktori, kamus   (1.410 buku).

Para pengguna jasa perpustakaan dapat memperoleh pelayanan bahan perpustakaan data dan informasi pertanian dalam bentuk media cetak atau elektronik (CD). Beberapa buku referensi dilengkapi pula CD-nya. Terdapat 89 buah CD sebagai pelengkap bahan pustaka yang dapat diakses oleh para pengguna jasa perpustakaan. Selain itu, para pengguna jasa perpustakaan dapat memanfaatkan komputer di perpustakaan untuk mengakses data melalui internet secara gratis.

4.3. Anggaran

Dalam melaksanakan tugas pokok sehari-hari, Pusat Data dan Informasi Pertanian didukung dengan dana anggaran pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang berupa anggaran rutin pembangunan,  dan pernah mendapat dana bantuan luar negeri yang berupa bantuan teknis ( grand) dari pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dari tahun 1994 s/d 2001, selama 7 tahun. Untuk tahun anggaran  2005 ini hanya bersumber dari anggaran berbasis kinerja.

Anggaran yang dikelola Pusat Data dan Informasi Pertanian dari tahun 2000 – 2004 terdiri dari anggaran Rutin dan Proyek. Rincian pagu anggaran antara lain :

No

Tahun

Anggaran Rutin

Anggaran Proyek

Jumlah

1.

2000

1.247.323.000,-

    791.223.000,-

  2.038.546.000,-

2.

2001

1.734.110.000,-

  1.885.784.000,-

  3.619.894.000,-

3.

2002

  795.880.000,-

  8.734.278.000,-

  9.530.158.000,-

4.

2003

2.345.172.000,-

19.818.886.000,-

22.164.058.000,-

5.

2004

2.892.493.000

13.228.517.000,-

16.121.010.000,-

6.

2005

16.451.428.000,-

16.451.428.000,-

Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi Pertanian tahun 2005 berbasis kinerja sebesar Rp. 16. 451. 428.000 (Enam belas milyard empat ratus lima puluh satu juta empat ratus dua puluh delapan ribu rupiah) digunakan untuk mendukung 3 program yaitu :

  1. Program Pengembangan Agribisnis
  2. Program Peningkatan Ketahanan Pangan
  3. Program Pengembangan dan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

4.4.  Layanan Data Statistik dan Informasi Pertanian

4.4.1 Basisdata Statistik Pertanian

1) Basisdata Agribisnis Hulu
Data agribisnis hulu terbagi atas sumber daya alam yang meliputi data lahan, irigasi dan iklim. Sumberdaya modal meliputi investasi dan kredit. Sedangkan sarana produksi terdiri dari benih, pupuk, pestisida dan alat/mesin pertanian.

2) Basisdata Usaha Tani
Data statistik pertanian yang telah tersedia di Departemen Pertanian dikelompokkan berdasarkan sub sektor yang ada, yakni sub sektor tanaman pangan dan hortikultura, sub sektor peternakan, dan sub sektor perkebunan.

Ketersediaan data menurut sub sektor tersebut digolongkan kedalam beberapa indikator, seperti luas tanam, luas panen, produksi dan produktivitas masing-masing sub sektor, serta data populasi untuk sub sektor peternakan. Data yang tersebar diberbagai sumberdata, dikumpulkan dan selanjutnya dilakukan penataan secara sistematis dan terpadu dalam basisdata.

Penyajian data statistik pertanian bervariasi antar sub sektor baik format maupun sifat datanya. Frekuensi penyajiannya dalam interval mingguan seperti data harga,  bulanan, kuartalan dan tahunan.

3) Basisdata Agribisnis Hilir
Basisdata agribisnis hilir meliputi produk domestik bruto, perdagangan komoditas pertanian, nilai tukar petani data agribisnis meliputi data ekspor, impor, data harga.  Data ekspor-impor mencakup volume, nilai ekspor-impor, dan negara-eksportir-importir. Data harga mencakup harga di tingkat petani, harga grosir, dan harga tingkat konsumen/ harga eceran.

4) Basisdata Jasa dan Penunjang
Di samping data substansi sektor pertanian, Pusat Data dan Informasi Pertanian juga menyediakan data penunjang yang terdiri dari:

  1. data kelembagaan pertanian, yang terdiri dari data kelembagaan pemerintah dan kelembagaan swasta yang bergerak pada sektor pertanian;
  2. data sumberdaya pertanian, yang mencakup sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sarana produksi, teknologi, dan sebagainya.

4.4.2 Pengembangan Metode Pengumpulan Data

Dalam rangka meningkatkan kualitas data pertanian, Pusat Data dan Informasi Pertanian telah melakukan berbagai upaya dalam perbaikan metoda pengumpulan data mulai dari perbaikan metodologi pengumpulan data untuk sub sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan. Dalam pelaksanaan pengembangan metoda pengumpulan data, Pusat Data dan Informasi Pertanian selalu  menjalin kerjasama dengan unit Eselon I lingkup Departemen Pertanian, Badan Pusat Statistik, Dinas lingkup pertanian maupun dengan badan-badan international seperti FAO dan JICA.

Beberapa metoda pengumpulan data yang telah dikembangkan dan diujicobakan antara lain:

  1. Metoda pengumpulan data padi
    Metoda ini telah dikembangkan dan diujicoba mulai pada tahun 1994 s/d 2001 bekerjasama dengan JICA, BPS, Ditjen Tanaman Pangan dan Dinas Pertanian. Sebagai pilot project di Sukabumi dan Serang di Propinsi Jawa Barat, selanjutnya dilaksanakan ujicoba di Propinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Pada tahun 2002 – 2003 Pusat Data dan Informasi Pertanian telah melakukan ujicoba di Propinsi Sumatera Utara sebagai wujud komitmen antara pemerintah Indonesia dan Jepang dalam rangka implementasi hasil kajian JICA pada tingkat Nasional. Secara nasional metodologi ini telah disosialisasikan pada level petugas pengelola data statistik tingkat propinsi seluruh Indonesia.
  2. Metoda Pengumpulan data Hortikultura
    Pengembangan metoda pengumpulan data luas panen dan produktivitas hortikultura yaitu dengan metode rumpun counting untuk sayuran dan pohon amatan untuk buah-buahan. Sebagai tahap pada awal tahun 2001 dilakukan ujicoba di Propinsi Jawa Barat. Pada tahun 2002 diujicobakan di Propinsi Jawa Tengah. Untuk melihat efektifitas metode rumpun counting dilakukan studi komparatif dengan true value (populasi) di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2003. Sedangkan di luar Jawa dilakukan di Propinsi Kalimantan Barat, Bengkulu dan Sumatera Barat bekerjasama dengan Dinas Pertanian Propinsi. Dalam ujicoba tersebut diatas dilakukan pengumpulan data pada 10 komoditas unggulan yaitu 5 komoditas sayuran yang terdiri dari cabe merah, tomat, bawang merah, kubis dan kentang sedangkan 5 komoditas buah-buahan terdiri dari mangga, manggis, jeruk, pisang dan rambutan. Secara berturut-turut pada tahun 2004 dan 2005 telah dilakukan sosialisasi untuk seluruh Dinas Pertanian propinsi di Indonesia.
  3. Metode Pengumpulan Data  Perkebunan
    Metode Pengumpulan Data  Perkebunan dilakukan dengan penyempurnaan terhadap PSP (Pembakuan Statistik Perkebunan) 1997 yang dikembangkan oleh Ditjen Perkebunan. Pada tahun 2003 metodologi ini telah dujicobakan di Propinsi Jawa Barat dan Bangka Belitung dengan komoditas teh, karet, lada. Pada tahun 2004 dikembangkan metode produktivitas dengan ujicoba untuk komoditas karet di Propinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan untuk luas areal di Propinsi Sumatera Selatan. Pada tahun 2005 dilakukan sosialisasi dan advokasi metode pengumpulan data perkebunan tersebut di Propinsi Papua, Jambi, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan NTT.
  4. Metode Pengumpulan Data  Peternakan
    Dalam rangka melakukan penyempurnaan metoda pengumpulan data peternakan, Departemen Pertanian memperoleh bantuan Technical Assistance dari FAO melalui Proyek Strengthening The Livestock Statistical Information System. Pusat Data dan Informasi Pertanian bekerjasama dengan Ditjen  Peternakan dan FAO telah mengembangkan metoda pengumpulan data peternakan dengan pendekatan survei rumah tangga . Ujicoba metoda telah dilakukan di Jawa Timur, DKI dan NTB pada tahun 2002 dan 2003 sebagai model area dan beberapa  propinsi sebagai replikasi ujicoba.
  5. Metoda Pengumpulan Data Agribisnis
    Pada tahun 1995, Pusdatin memperoleh bantuan teknis dari FAO untuk mengembangkan metoda pengumpulan data agribisnis. Metoda tersebut diujicoba di Pasar Induk Kramatjati dan pasar Cipanas. Pada tahun 2002 dan 2003 metode pengumpulan data agribisnis diujicobakan di Pasar Induk Johar - Semarang (Jawa Tengah), Pasar Induk Keputren - Surabaya (Jawa Timur), Pasar Bringharjo (DIY) dan Pasar Induk Caringin - Bandung (Jawa Barat).
    Disamping mengembangkan metoda pengumpulan data di lapangan, Pusat Data dan Informasi pertanian juga melakukan ujicoba untuk penyusunan model-model analisis atau peramalan seperti model untuk memprediksi kebutuhan penggunaan pupuk petani serta model pendugaan stok gabah/beras ditingkat petani dan penggilingan padi.

4.4.3 Analisis Data

Dalam meningkatkan ketersediaan informasi yang diperlukan bagi para pengguna, disamping menyajikan data statistik, Pusat Data dan Informasi Pertanian melakukan analisis terhadap data yang tersedia menjadi hasil analisis yang lebih informatif. Analisis data sektor pertanian diarahkan untuk mengetahui trend, pangsa (kontribusi) dan pertumbuhan dari data yang ada.

Hasil analisis data secara periodik dipublikasikan dalam bentuk buletin, baik bulanan maupun triwulanan dan secara periodik didistribusikan kepada seluruh unit kerja di lingkup Departemen Pertanian dan Dinas Pertanian Propinsi. Hasil analisis data tersebut antara lain:

  1. Analisis Produk Domestik Bruto (PDB);
  2. Analisis Invenstasi;
  3. Analisis Ekspor Impor;
  4. Analisis Harga;
  5. Analisis Inflasi;
  6. Analisis Nilai Tukar Petani (NTP).

4.4.4 Publikasi

Dalam rangka mempublikasikan dan menyebarluaskan data/ statistik dan informasi pertanian telah disiapkan dalam bentuk media cetak dan media elektronik. Penyebarluasan informasi melalui media elektronik yang telah ada antara lain:

  1. Multimedia Statistik Pertanian;
  2. Multimedia Pusdatin;
  3. Website/homepage Departemen Pertanian.

Sedangkan penyebarluasan informasi melalui media cetak yang telah ada dalam bentuk buku/majalah dengan judul antara lain:

  1. Majalah Komunikasi Statistik dan Informasi Pertanian terbit tiap tahun;
  2. Buku Statistik Pertanian terbit tiap tahun;
  3. Profil Pertanian Dalam Angka;
  4. Buku Outlook Komoditi Pertanian terbit tiap tahun;
  5. Buku Laporan Keragaan Pembangunan Pertanian terbit tiap bulan;
  6. Buku Konsumsi Perkapita Setahun Komoditi Pertanian;
  7. News Letter terbit bulanan;
  8. Buletin Informasi Agribisnis terbit tiap bulan;
  9. Leaflet Web site;
  10. Leaflet Pusdatin;
  11. Buku Saku Sektor Pertanian terbit tiap tahun;
  12. Bulletin Nilai Tukar Petani setiap 3 bulanan;
  13. Profil Setjen terbit tiap tahun.

4.5.  Layanan Sistem Informasi

Layanan informasi kepada masyarakat dan para pelaku agribisnis serta jajaran pertanian dilakukan melalui beberapa cara, seperti melalui situs web Departemen Pertanian, penerbitan berbagai publikasi, maupun pelayanan langsung bagi pengguna yang datang sendiri ke Pusat Data dan Informasi Pertanian.

Di samping itu, Pusat Data dan Informasi Pertanian juga memberikan pelayanan  dalam bidang teknologi informasi yang mencakup pengembangan sistem informasi,  pengembangan web-page dan layanan pembuatan informasi berbasis multimedia kepada unit-unit pelayanan informasi pertanian/ staf instansi pemerintah yang tertarik untuk mengembangkan teknologi informasi. Hal ini dapat dilihat sebagaimana dibawah ini :

4.5.1 Infrastruktur Sistem Jaringan Informasi Pertanian

Dalam mengantisipasi pelaksanaan  otonomi daerah, Pusat Data dan Informasi Pertanian telah merancang interkoneksi jaringan komputer antara instansi pusat dan daerah dengan memanfaatkan fasilitas internet. Saat ini unit kerja yang berlokasi di kantor pusat Departemen Pertanian telah terhubung satu dengan yang lainnya menggunakan serat optik , sedangkan antar lantai pada setiap gedung telah terhubung dengan menggunakan kabel Un-Twisted Pair. Di kantor pusat Departemen Pertanian telah tersedia koneksi ke jaringan internet secara leased line yang menghubungkan jaringan komputer di kantor pusat selama 24 jam. Hingga saat ini sudah lebih dari 300 unit komputer terhubung dalam jaringan ini.

4.5.2 Sistem Informasi Manajemen

Untuk menunjang dan memperlancar kegiatan operasional administrasi Departemen Pertanian sehari-hari, dan dalam rangka mewujudkan manajemen modern telah dibangun 9 (sembilan) macam sistem informasi, yaitu :

  1. Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG);
  2. Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIMKEU);
  3. Sistem Informasi Monitoring Proyek (SIMPRO);
  4. Sistem Informasi Manajemen Perlengkapan (SIMKAP);
  5. Sistem Aplikasi Pencetakan Daftar GAJI (SIAPGAJI);
  6. Sistem Monitoring Pembangunan;
  7. Sistem Manajemen Pengetahuan;
  8. Sistem Otomasi Perpustakaan;
  9. Sistem Etalase Data dan Informasi.

4.5.3 Sistem Informasi Manajemen

Guna memperlancar kegiatan operasional penyajian data dan informasi pertanian, Pusat Data dan Informasi Pertanian juga telah membangun berbagai jenis piranti lunak sistem informasi, seperti :

  1. Sistem Basisdata Statistik Pertanian (BDSP);
  2. Sistem Basisdata Dokumen (BDD);
  3. Sistem Basisdata Ekspor Impor;
  4. Data Warehouse;
  5. Sistem Formulir Elektronik (e_Form);
  6. Sistem Informasi Geografi (SIG) yang terdiri dari sistem informasi potensi agribisnis, sistem informasi peta investasi, dan sistem kawasan pembangunan;
  7. Sistem Informasi Pasar;
  8. Sistem Pengolahan Data Harga;
  9. Sistem Informasi Profil Agrowisata;
  10. Sistem Pengolahan Data Produksi dan Luas Panen Produksi

4.5.4 Situs Web Departemen Pertanian

Situs Web Departemen Pertanian merupakan media komunikasi interaktif yang disediakan bagi para pengguna jasa informasi untuk memperoleh informasi pertanian yang akurat dan tepat waktu, yang tersaji dalam bentuk menu-menu yang diusahakan tampil menarik dan mudah dioperasikan.

Situs Web Departemen Pertanian yang dikembangkan oleh Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin) sejak tahun 1996, berisi berbagai jenis informasi sektor pertanian. Manfaat penyebarluasan informasi tidak saja dirasakan oleh pengguna jasa informasi di kota-kota besar tetapi juga di pedesaan. Situs web ini dapat pula dimanfaatkan sebagai fasilitas komunikasi  timbal balik antara pengguna jasa informasi.

Pada tanggal 29 September 2005 , Departemen Pertanian telah mendapat penghargaan terbaik kedua untuk kategori Departemen sebagai lembaga pemerintah yang telah menerapkan e-government/teknologi informasi sebagai alat untuk berhubungan dengan masyarakat dan pengguna jasa melalui situs web Departemen Pertanian dari Warta Ekonomi ” e-government award 2005” . Sedangkan pada tahun 2004 , hanya mendapat penghargaan terbaik ketiga untuk kategori yang sama.

Selain memberikan pelayanan yang berkaitan dengan pengembangan sistem, Pusat Data dan Informasi Pertanian juga melayani permintaan untuk perawatan dan perbaikan komputer, serta pemanfaatan jaringan. Layanan perawatan dan perbaikan tersebut mencakup perangkat keras dan piranti lunak serta layanan setting/instalasi.

Disamping layanan dalam pengembangan sistem informasi manajemen, Pusdatin juga memberikan layanan pengembangan sistem informasi geografi (Geographic Information System/GIS), sistem  pendukung keputusan ( Decision Support System/DSS) atau sistem informasi eksekutif ( Executive Information System /EIS).

4.6.  Layanan Peningkatan Kemampuan dan  Keterampilan

Salah satu pelayanan yang sangat terkait dengan tugas pokok Pusat Data dan Informasi Pertanian adalah melakukan layanan peningkatan kemampuan dan ketrampilan dalam bidang komputerisasi yang meliputi layanan kemampuan dan ketrampilan teknologi informasi dan pengembangan sistem informasi.

Sampai saat ini unit kerja yang telah memanfaatkan layanan ini meliputi unit kerja baik pusat maupun daerah.  Pusat Data dan Informasi Pertanian secara terus-menerus mengadakan pelatihan untuk staf pengelola data dan informasi di tingkat pusat maupun daerah dalam rangka meningkatkan kemampuan petugas pengelola informasi pertanian.

Adapun jenis-jenis pelatihan yang diberikan meliputi:

  1. Dalam bidang Teknologi Informasi :
    • Peningkatan kemampuan pemanfaatan Internet;
    • Peningkatan kemampuan pembuatan homepag e;
    • Peningkatan kemampuan penggunaan Electronic Mail ;
    • Peningkatan kemampuan pengoperasian program aplikasi SIM;
    • Peningkatan kemampuan perawatan komputer dan trouble shoting ;
    • Peningkatan kemampuan pengelolaan jaringan komputer.
  2. Dalam bidang Sistem Informasi :
    • Peningkatan kemampuan pengoperasian aplikasi Simpeg;
    • Peningkatan kemampuan pengoperasian aplikasi Simonas;
    • Peningkatan kemampuan pengoperasian aplikasi Simonev;
    • Peningkatan kemampuan pengoperasian aplikasi Simkap;
    • Peningkatan kemampuan pengoperasian aplikasi formulir Elektronik (E-form);
    • Peningkatan kemampuan pengoperasian aplikasi pengelolaan daftar gaji;
    • Peningkatan kemampuan pengoperasian aplikasi sistem manajemen pengetahuan;
    • Peningkatan kemampuan pemanfaatan data warehouse.
  3. Dalam Bidang Statistik:
    • Pelatihan Statistik Dasar: teori dasar statistik dan metoda peramalan sederhana, meliputi statistik tanaman pangan, statistik peternakan dan statistik perkebunan;
    • Pelatihan Statistik Lanjutan: metodologi survey, eksplorasi data, serta metoda peramalan berganda.

 

About Us | Site Map | Privacy Policy | Contact Us | ©2003 Company Name