Update Tanggal : 21-Jun-2012, 16:01:13
Mentan: Perlu Kerja Keras Untuk Penuhi Kebutuhan Pangan
Sumber Berita : Biro Umum dan Humas
|
|
AKARTA – Sektor pertanian memiliki peran strategis khususnya dalam penyediaan kebutuhan pangan masyarakat, apalagi berdasarkan direktif Presiden RI ditetapkan bahwa untuk pangan tidak hanya harus cukup tetapi ditargetkan surplus 10 juta ton beras pada 2014. Untuk itu dibutuhkan kerja keras pemerintah dan masyarakat petani dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
“Dengan segala keterbatasan yang kita miliki, sampai hari ini akan terus kita pertahankan, masyarakat petani dan kita masih mampu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Apalagi selain target surplus 10 juta ton beras pada 2014, kita juga berkomitmen dalam pencapaian swasembada Jagung, Kedelai, Gula dan Daging. Sudah barang tentu, upaya ini memerlukan kerja keras, tidak cukup dengan cara kerja biasa,” kata Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA saat memimpin upacara peringatan Hari Krida Pertanian ke 40 di Lapangan Kanpus Kementan, Jakarta pada Kamis (21/6/2012).
Menurut Mentan, pemaknaan HKP ke 40 dapat dilakukan dengan memperkuat komitmen dalam mencapai 4 (empat) target utama pembangunan pertanian yaitu swasembada dan swasembada berkelanjutan; peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Dalam upaya mencapai target tersebut kita dihadapkan pada tantangan perubahan iklim global yang sedang terjadi saat ini, kita harus memiliki strategi yang tepat. Untuk itu, Kementerian Pertanian telah menetapkan kebijaksanaan operasional antisipasi perubahan iklim, antara lain mengembangkan varietas-varietas yang tahan kekeringan maupun varietas yang tahan genangan, serta menyebarluaskan Kalender Tanam sesuai iklim wilayah yang ada di Indonesia,” jelasnya.
Terkait dengan tema peringatan HKP 40 yang mengusung tema “Dengan Semangat Hari Krida Pertanian Kita Tingkatkan Komitmen Dan Kepedulian Dalam Mewujudkan Diversifikasi Pangan Menuju Kesejahteraan Petani”, Mentan menjelaskan bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari tingkat rumah tangga dengan mengembangkan Kawasan Rumah Pengan Lestari (KRPL). Melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam berbagai bahan kebutuhan rumah tangga sehari-hari, selain dapat mencukupi kebutuhan bahan pangan dari pekarangan sendiri, masyarakat dapat melakukan penghematan belanja kebutuhan rumah tangga sekaligus sumber pendapatannya.
“Upaya pemanfaatan pekarangan ini kita upayakan menjadi gerakan nasional. Dengan mengembangkan sumber-sumber pangan lokal, sayuran dan lain-lain, maka pola konsumsi makanan masyarakat menjadi lebih bergizi, beragam dan berimbang. Dengan demikian gerakan diversifikasi pangan akan berkesinambungan di masyarakat,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, tak lupa Mentan menyampaikan apresiasi serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh insan pertanian, khususnya para petani, pekebun dan peternak di seluruh pelosok tanah air, yang telah bekerja keras mewujudkan keberhasilan penyediaan bahan pangan, tidak hanya untuk kebutuhan ekonomi keluarganya, namun juga dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Sumber: Biro Umum dan Humas |