Selamat datang pada situs web AgriNews Online yang menyajikan seputar berita dan informasi Departemen Pertanian serta pertanian pada umumnya

   CARI BERITA


Update Tanggal : 05-Jan-2009, 17:17:57
Tokoh Perubahan 2008 versi REPUBLIKA
Sumber Berita : Tim Media

Menyambut HUT ke-16, Harian Umum REPUBLIKA, 4 Januari 2009, mengumumkan anugerah Tokoh Perubahan 2008. Dengan mengambil tema produktivitas, Republika memilih lima tokoh produktif dan reformatif: Anton Apriyantono (Menteri Pertanian), Nur Hassan Wirajuda (Menteri Luar Negeri), A Riawan Amin (CEO Bank Muamalat), Seto Mulyadi (Ketua Komnas Perlindungan Anak), dan Darmin Nasution (Dirjen Pajak).

 

Anton Apriyantono, tulis Republia, ''kita pilih karena berhasil membawa swasembada beras dan jagung. Bahkan, sejumlah komoditas lain pun terus meningkat, seperti kacang kedelai.'' Kita ingat di awal masa jabatannya, Anton digempur kiri-kanan akibat melambungnya harga beras. Indonesia pun menjadi importir beras terbesar di dunia. Seruan pencopotan Anton bergema, orang juga membuka kepakarannya yang tak sesuai.

 

Kini, kita tak hanya berswasembada, tapi juga surplus. Hal ini berbeda dengan prestasi swasembada beras di masa Orde Baru pada 1984. Saat itu, digembar-gemborkan Indonesia berswasembada beras, sehingga Soeharto, presiden Indonesia saat itu, mendapat kesempatan berpidato di sidang FAO. Padahal, saat itu kita masih impor beras, karena memang definisi swasembada beras adalah jika kita mampu memenuhi 90 persen kebutuhan nasional. Saat itu, kita masih mengimpor 414.300 ton beras. Produksi tahun itu 25,93 juta ton beras. Sedangkan tahun 2008 lalu, kita berhasil memproduksi 35,26 juta ton beras, sedangkan konsumsinya diperkirakan 32 juta ton.

 

Kita juga mencatat prestasi Anton lainnya. Pria yang santun dan bersahaja ini juga dikenal sebagai figur yang bersih. Tak ada gosip KKN yang menerpanya. Dia adalah orang yang amanah dan bersungguh-sungguh mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara.

 

ANTON APRIYANTONO
Membawa Swasembada Beras

 

Impor beras merupakan ‘teman akrab’ dalam beberapa tahun terakhir bagi pemerintah Indonesia. Negeri yang memiliki lahan cukup subur ini, ternyata tidak mampu mencukupi sendiri kebutuhan beras.

 

Lucu memang. Apalagi kalau mengutip bait lirik lagu Koes Plus: tongkat, kayu dan batu jadi tanaman. Lagu itu menggambarkan betapa suburnya lahan di Indonesia.

 

Dalam empat tahun terakhir, data menunjukan impor beras terus terjadi. Pada tahun 2004 Indonesia mengimpor beras sebanyak 29.350 ton.

 

Satu tahun berikutnya impor beras Indonesia hanya 68 ribu ton. Pada 2006 impor beras naik lagi menjadi 83.100 ton, dan pada 2007 Indonesia mengimpor 1,3 juta ton.

 

Namun, tahun 2008, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan beras sendiri. Ren cana impor beras pun tak lagi diwujudkan. Menteri Pertanian Anton Apriyantono menjadi salah satu kunci dari kesuksesan ini.

 

Anton yang sehari-harinya bertugas mengurusi soal pertanian mempunyai peran penting membawa Indonesia swasembada beras.
Dengan rendah hati Mentan menyebut kunci sukses dari swasembada beras terdiri dari tiga pilar. Pilar yang pertama dan paling utama adalah keyakinan. "Kita harus yakin dan percaya bahwa bangsa Indonesia mampu melakukan swa sembada beras. Apalagi niat baik ini diridhoi oleh Allah SWT," kata menteri yang ramah ini kepada Republika pekan lalu.

 

Pilar yang kedua, terang Anton, adalah komitmen untuk mewujudkan swasembada beras. Komitmen tersebut diwujudkan oleh Presiden dengan cara men canangkan revitalisasi pertanian guna mencapai swasembada beras. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Presiden bertindak sebagai pelaksananya.

 

Sedangkan pilar yang ketiga adalah keberanian mengambil resiko dan keberanian menerapkan program. Untuk mewujudkan program swasembada beras membutuhkan dana yang besar dan memiliki resiko gagal yang besar pula. "Namun dengan keyakinan yang kuat dan program yang tepat, swasembada beras pasti tercapai."

 

Padahal pada awalnya, tidak ada seorang pengamat pertanian pun yang optimistis bahwa swasembada beras akan tercapai. Mereka berpikir bahwa program swasembada beras tidak akan berhasil.
Bagaimana sejarahnya sehingga swasembada beras ini dapat terwujud? Begitu program swasembada beras dica nangkan, urai Anton, Departemen Pertanian melakukan penelitian terhadap faktorfaktor apa saja yang bisa me ning katkan produksi beras dalam waktu cepat.

 

Ternyata solusinya adalah penggunaan benih unggul yang bisa berproduksi dua kali lipat dari benih biasa. Pada tahun 2007, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk membeli benih unggul padi, jagung, dan kedelai. Be nih unggul padi dibagikan kepada pe tani supaya produksi padi mereka me ningkat. Melalui program sekolah lapang, para petani diberi benih unggul dan diajari bagaimana cara bercocok tanam yang baik, termasuk penggunaan pupuk yang tepat. Sehingga, produksi padi mereka bisa meningkat.

 

Di Indonesia terdapat 1,5 juta hektare sekolah lapang yang tersebar di seluruh provinsi. Dalam sekolah lapang tersebut, sawah dijadikan laboratorium. ‘’Jadi, pe tani diajari dan diperlihatkan bagaimana hasilnya menanam padi dengan benih unggul secara langsung. Hal itu membuat mereka tertarik untuk mencobanya,’‘ katanya.

 

Para penyuluh di sekolah lapang, kata Anton, terdiri dari 128 ribu PNS dan puluhan ribu tenaga harian lepas yang digaji pemerintah. Pada tahun 2008 terdapat penambahan tenaga harian lepas sebanyak 10 ribu orang. Pada tahun 2009, pemerintah berencana menambah tenaga harian lepas sebanyak 10 ribu orang.

 

Anton sering menginap di desa petani untuk memberikan motivasi, bimbingan dan arahan kepada mereka. Hal itu sangat penting, selain untuk mengetahui kesulitan yang dirasakan oleh petani juga memberi mereka solusi terhadap masalah pertanian yang dihadapi.
Di mata Ketua Kontak Tanu Nelayan Andalan (TNA) Winarno, swasembada beras di 2008 merupakan hasil kinerja Mentan yang cukup baik. Selain itu juga hasil kerja keras petani yang berkomitmen untuk meningkatkan produksi beras. "Kinerja Mentan sudah lebih baik dari tahun 2007," paparnya.



 

File Terkait :

 


Berita Tim Media Lainnya :

æ Kami Siap Dukung Program Mentan
æ Khutbah Jumat Mentan

Jadilah yang Terbaik dalam Posisi Apa pun
æ Terima Kasih, Petani Pahlawan Pangan
æ Mentan: Ayo Cintai Produk Dalam Negeri


Home

 

 

BERITA UTAMA SEBELUMNYA

æ 12-Aug-2010
Mentan Grandlaunching Food Estate Merauke

Staf Ahli/Tenaga Ahli
æ 11-Aug-2010
Ketahanan Pangan yang Efisien dan Berkelanjutan: Arah Masa Depan Untuk Indonesia
Badan Ketahanan Pangan
æ 05-Aug-2010
Seminar Nasional & Kongres Ketiga Komisi Daerah SDG se-Indonesia
Sekretariat Jenderal
æ 03-Aug-2010
Petani Jagung Dapat Kepastian Pasar
Ditjen PPHP
æ 03-Aug-2010
Mensosialisasikan Kecintaan Produk Dalam Negeri Melalui Indonesia Agribusiness 2010 Expo
Ditjen Perkebunan

>> Arsip Berita

BERITA LAIN SEBELUMNYA

æ 30-Jul-2010
Komitment ASEAN Untuk Meningkatkan Promosi Komoditas Pertanian
Sekretariat Jenderal
æ 28-Jul-2010
Tanaman Produk Bioteknologi. Apa Itu ?
Badan Litbang
æ 27-Jul-2010
Potensi Pasar Produk Pertanian Indonesia dalam hubungan Kerjasama Indonesia-Korea
Ditjen PPHP
æ 07-Jul-2010
Pertemuan Joint Agricultural Working Group ke 4, Indonesia-Thailand Makassar, 28-30 Juni 2010
Sekretariat Jenderal
æ 02-Jul-2010
Tanjung Priok Agri QuarantineFair 2010
Badan Karantina

>> Arsip Berita

CUPLIKAN DARI MEDIA

22 Desember 2009
KPK Umumkan Hasil Survei Integritas Sektor Publik 2009
(Siaran Pers KPK)


27 Desember 2009
Produksi Beras Nasional Surplus 3 Juta Ton di 2009
(detikfinance)


10 November 2008
Jusuf Kalla : Saya Jual Departemen Pertanian
(Agrina)


11 November 2008
Pengusaha Sawit Remajakan 1 Juta Hektar Lahan
(detikfinance)


11 November 2008
Harga CPO Sudah Masuk Batas Terendah
(Kompas)


10 November 2008
Petani Kurang Minati Sayuran Organik
(Kompas)


30 Oktober 2008
Target Pertumbuhan Pertanian 2009 Diturunkan
(Sinar Harapan)


30 Oktober 2008
Presiden Buka TTG Nasional 2008
(antara)


30 Oktober 2008
Inovasi Teknologi untuk Hadapi Tatanan Dunia yang Tidak Adil
(www.presidenri.go.id)


30 Oktober 2008
Alhamdulillah, Tahun Ini Kita Kembali Swasembada Beras
(www.presidenri.go.id)




>> Arsip Cuplikan

SITUS WEB TERKAIT

æ Homepage Departemen Pertanian Republik Indonesia
æ Homepage Departemen Komunikasi & Informasi Republik Indonesia
æ Portal Nasional Republik Indonesia
æ Informasi Pengadaan Nasional (Depkominfo)
 
HOME TENTANG SITUS | KONTAK KAMI | LINK SITUS BERITA

 

Situs ini dikelola bersama oleh :
Pusdatin dan Biro Hukum & Humas, Departemen Pertanian
Kantor Pusat Departemen Pertanian, Jl. Harsono RM No. 3, Ragunan-Jakarta Selatan 12550-INDONESIA
Kritik dan Saran Anda Sampaikan Kepada : Webmaster Pusdatin

© 2007 Berita Pertanian Online, Hak Cipta : Pusdatin dan Biro Hukum & Humas, Departemen Pertanian