Cipelang – Pemerintah optimis
mulai tahun depan dapat memproduksi sapi pejantan unggul sendiri dan tidak tergantung pada impor.
"Kita tak perlu tergantung lagi dari impor sapi pejantan karena hal itu akan menghemat triliunan
rupiah,karena itu ketergantungan impor pejantan unggul perlu dihentikan,” kata Menteri Pertanian RI,
Dr. Ir. H. Suswono, MMA saat berkunjung ke Balai Embrio Ternak Cipelang, Bogor (1/9/2012).
Berdasarkan data yang
ada, saat ini populasi sapi pejantan unggul di Balai Inseminasi Buatan (BIB) mencapai 531
ekor, melampaui kebutuhan nasional 426 ekor. Hanya saja, sapi pejantan tersebut didominasi varian
eksotik, bukan peranakan lokal. Pada saat yang bersamaan, BIB nasional dan daerah masih melakukan
impor sapi pejantan dalam rangka produksi semen beku yang mencapai 6. 800.000 dosis per tahun.
Sekitar 94% produksi semen beku diperoleh dari BIB nasional di Bogor, Singosari, dan Lembang.
“Populasi total berlebih, tetapi masih ada ketimpangan karena untuk beberapa jenis sapi pejantan
belum memenuhi kebutuhan, seperti peranakan ongole (PO) baru 16 dari 38 ekor yang dibutuhkan,” jelas
Mentan.
Lebih
lanjut dikatakan Mentan, selama ini persilangan sapi eksotik dengan lokal masih kerap dilakukan
karena permintaan pasar yang terus meningkat, terutama untuk jenis Limousine dan Simental. Meski
begitu, optimalisasi unit pelaksana teknis (UPT) diharapkan mampu menggantikan sapi pejantan impor
serta mempercepat usaha pembibitan ternak sapi potong. Apalagi, kesehatan sapi eksotik tidak dapat
dijamin meskipun pembibitan pada dua tahun pertama berjalan tanpa masalah.
Sementara itu, Dirjen
Peternakan dan Kesehatan Hewan, Syukur Iwantoro mengatakan bahwa saat ini terdapat 9 UPT yang
berfungsi menghasilkan ternak bibit baik sapi pejantan maupun betina, terdiri dari 6 UPT sentra
pembibitan ternak, serta 3 UPT merupakan pusat penghasil semen beku dan embrio ternak. "Pada tahun
ini kita telah menghentikan impor sapi pejantan unggul dari luar. Target pada 2013 semua sudah bisa
terpenuhi dari dalam negeri sehingga tak perlu impor lagi," katanya
Menurut Dirjen Peternakan dan Kesehatan
Hewan, untuk mencapai target swasembada sapi pejantan unggul 2013 akan dihasilkan dari Balai Embrio
Ternak (BET) Cipelang Bogor, Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Sapi Perah Baturaden,
Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Potong Padang Mangatas, BPTU Sapi Dwiguna Sembawa, BPTU
Sapi Bali Pulukan dan BPTU Sapi Aceh Indrapuri. “Saat ini sapi pejantan unggul yang siap disebarkan
sebanyak 44 ekor pada 2012, kemudian 78 ekor pada 2013 dan sekitar 166 ekor pada 2014,”
jelasnya.
Sumber: Biro Umum dan Humas