Jakarta – Pemerintah optimis mampu menambah produksi padi
tahun ini dengan mengoptimalkan pemanfaatan musim hujan di bulan September. Hal ini dikatakan
Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA saat menggelar rapat koordinasi nasional, Pemantapan
Pencapaian Surplus 10 Juta Ton Beras, Swasembada Jagung Berkelanjutan dan swasembada Kedelai Tahun
2014 pada Rabu (29/8/2012).
Menurut Mentan, berdasarkan data Badan
Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa kondisi iklim saat ini sangat
kondusif bagi pertanian di Indonesia sehingga menjadi peluang untuk memacu peningkatan produksi.
“Kita masih ada potensi menanam di September. Dan kalau kita lihat data Badan Meteorologi,
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi hujannya sudah memungkinkan untuk bisa menanam dan bisa
dihasilkan ke dalam hitungan produksi 2012,” katanya.
Dijelaskan Mentan,
yang terjadi saat ini adalah mundurnya musim kemarau ke Mei sementara musim hujan diperkirakan tetap
yaitu pada September sehingga petani bisa mulai melakukan penanaman. Sementara itu, intensitas curah
hujan baru akan meninggi saat memasuki Oktober sehingga target penambahan produksi pada September
tersebut memang dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan musim
hujan.
Menurut Mentan, di beberapa daerah menunjukan hasil produksi padi
yang positif dan hanya dua daerah yang kelihatannya belum mencapai target produksi padi yaitu
Provinsi Gorontalo dan Kalimantan Timur akibat kondisi irigasi yang tidak optimal. “Itu dua daerah
yang kelihatannya berat untuk mencapai target yang sudah dicanangkan,”
jelasnya.
Sementara itu, untuk daerah yang masih dilanda kekeringan,
pemerintah sedang mempertimbangkan adanya hujan buatan. “Sejauh ini, baru Riau yang meminta hujan
buatan akibat kesulitan air karena lahan sawahnya berupa rawa dan tadah hujan tapi untuk daerah lain
belum ada yang meminta karena banyak didukung oleh irigasi teknis,” kata
Mentan.
Dengan berbagai upaya tersebut, Mentan optimis produksi beras tahun
ini mampu melampaui jumlah produksi yang diperkirakan Badan Statistik. “Untuk daerah lain justru
positif bahkan melebihi taget. Sehingga, ya mudah-mudahan apa yang sudah dimunculkan di Aram I bahwa
produksi padi tahun ini diperkirakan naik 4,31 persen atau meningkat menjadi 68,59 juta ton Gabah
Kering Giling (GKG) akan tercapai atau bahkan melebihi target yang telah ditetapkan,” harap Mentan.
Sumber: Biro Umum dan Humas