LAMPUNG – Untuk mendorong pencapaian produksidan surplus
beras 10 juta ton, Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMAmencanangkan Balai Penyuluhan sebagai Pos
Simpul Koordinasi (POSKO) PelaksanaProgram Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) tingkat
kecamatan pada acarapuncak Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian di Kota Metro,
Lampung,Sabtu (30/6/2012).<p></p>
Dengan pencanangantersebut, Mentan berharap
para bupati dan walikota segera menetapkan BalaiPenyuluhan di kecamatannya sebagai POSKO Pelaksana
Program PembangunanPertanian sesuai dengan konteks agribsinisnya.Ditambahkan Mentan, hingga saatini
telah terbentuk 4.880 unit Balai Penyuluhan dari 6.617 kecamatan seluruhIndonesia atau sekitar 80
persen. Jumlah tersebut tentu menjadi potensi yangluar biasa untuk menyokong suksesnya pencapaian
ketahanan pangan nasional. <p></p>
Menurut Mentan, penyuluhmemiliki peran yang
sangat penting dalam pembangunan pertanian khususnya dalammewujudkan ketahanan pangan nasional. Hal
itu terkait dengan peran penyuluhdalam memfasilitasi proses pembelajaran para petani, meningkatkan
kemampuankepemimpinan, manajerial dan kewirausahaan, membantu menganalisis danmemecahkan masalah
serta merespon peluang dan tantangan dalam mengelola usaha.
“Selain itu, penyuluhjuga bisa mengupayakan kemudahan akses ke sumber
informasi, teknologi dansumberdaya lainnya, menumbuhkembangkan kelembagaan petani dan ekonomi
petani,menumbuhkan kesadaran terhadap kelestarian fungsi lingkungan serta melembagakannilai- nilai
budaya pembangunan pertanian yang maju dan modern,” katanya.<p></p>
Ditambakan Mentan,pada 4 target sukses
pembangunan pertanian diketahui bahwa pencapaianswasembada dan swasembada berkelanjutan merupakan
salah satu cara untukmemenuhi ketahanan pangan sehingga Indonesia tidak akan kekurangan
pangan,karena pada dasarnya pangan Indonesia sangatlah banyak. <p></p>
“Untuk itu, kita jugaharus melakukan
diversifikasi pangan. Yang paling penting dan harus diingat adalahjangan sekali – sekali kita
tergantung dengan beras, karena kita punya banyaksumber pangan selain beras, jadi kalaupun tidak ada
nasi maka kita masih tetapeksis dengan makan sumber pangan karbohidrat selain beras seperti umbi –
umbiandimana konsumsi umbi kita telah naik 4%. Kita targetkan konsumsi beras turun1,5 persen per
tahun. Dan saya yakin penyuluh mampu memberi contoh agar petanitidak tergantung pada beras. Ke depan
kita harapkan agar anak- anak kita lebihbanyak makan protein baik hewani maupun nabati,” kata
Mentan.