Info Kegiatan Atase Pertanian Roma lainnya dapat dilihat pada Jurnal Atani
Roma : http://www.attaniroma.blogspot.com/
Sumber : Dr. Erizal Sodikin
Pameran Kopi Trieste Espresso, 12 – 15 November 2008 di Trieste-Italia
1. Tanggal 12 – 15 November 2008 telah diadakan pameran kopi Treiste Espresso Expo di kota Trieste, Italia. Indonesia berperan serta dalam pameran ini dengan menyewa 1 booth seluas 32 m2 dan menampilkan berbagai jenis kopi Indonesia termasuk kopi goreng yang merupakan racikan biji kopi yang seluruhnya berasal dari Indonesia.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2. Pada pameran ini Indonesia menyertakan tiga perusahaan swasta yaitu PT. Morning Glory Coffee International Bandung, PT. Cetara Bangun Persada Jakarta, PT. Merdeka Coffee Bukit Sentul Jawa Barat. Selain itu turut serta juga pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng, Petani dari wilayah Kintamani, serta beberapa pejabat Deptan dan Atase Pertanian KBRI Brussel, disamping juga Atase Pertanian dan Atase Perdagangan KBRI Roma.
3. Sebelum acara pameran, delegasi Indonesia berkesempatan melakukan kunjungan ke pelabuhan laut Trieste termasuk mengunjungi Perusahaan Jasa Sortir dan pengiriman Kopi terkenal di Dunia yaitu PT: Paccorini yang semuanya secara komputerisasi menyeleksi biji kopi sesuai pesanan pelanggan. Disamping itu delegasi juga mengunjungi pelabuhan peti kemas. Sebagai informasi saat sekarang pelabuhan Trieste sedang melakukan pembenahan dan pembangunan dalam rangka menjadikan pelabuhan ini sebagai pintu masuk utama ke wilayah Eropa khususnya Eropa Timur (balkan). Hal ini dilakukan karena dengan menyatunya negara Slovenia yang berbatasan langsung dengan kota Trieste, maka akses ke wilayah Balkan den sekitarnya menjadi lebih mudah.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4. Di hari yang sama delegasi juga mengunjungi kantor perusahaan PT. Sandalj yang sekaligus memiliki laboratorium uji kopi serta menawarkan pelatihan kopi espresso. Delegasi berkesempatan mencicipi kopi yang merupakan racikan perusahaan ini yang dijual ke berbagai negara tidak saja di wilayah Italia tetapi juga di Slovenia, Ukraina, Rusia, dan negara-negara Eropa Timur, bahkan ke Asia.
5. Terkait dengan pameran, beberapa hal dapat disampaikan antara lain adalah:
Ř Stand Indonesia merupakan salah satu stand yang banyak dikunjungi oleh para pelaku bisnis kopi. Sampai saat penutupan paling sedikit ada 75 importir kopi yang melakukan pembicaraan dengan peserta pameran Indonesia, disamping tentu saja para pengunjung lainnya. Dari jumlah itu beberapa yang secara serius akan melakukan pembicaraan lebih teknis.
Ř PT. Morning Glory mendapatkan 4 pembeli yang potensial yang berkeinginan membeli biji kopi dengan ukuran tertentu sebanyak 3 – 4 kontainer/bulan. Pembeli ini berasal dari Libya, Kroasia, Denmark, dan Mesir, di samping beberapa dari Italia. Disamping itu banyak sekali pembeli dari perusahaan roasted kopi yang sekala permintaannya kecil (di bawah 10 ton sekali pembelian).
Ř PT. Cetara Bangun Persada mendapatkan 3 pembeli yang potensial yang dalam waktu dekat akan mengunjungi Indonesia dan sekaligus melakukan kesepakatan bisnis kopi selanjutnya.
Ř PT. Merdeka yang membawa kopi yang sudah digoreng juga mendapatkan beberapa pembeli yang potensial. Paling tidak ada 7 pembeli yang tertarik untuk membeli kopi roasted perusahaan ini. Menariknya para pembeli ini banyak berasal dari Kroasia, Albania, Kosovo, Polandia, di samping dari Italia, Austria, Perancis dan Jerman.
Ř Dari sekian banyak contoh kopi yang dipamerkan, kopi Luwak merupakan jenis kopi yang mendapatkan perhatian utama para pengunjung. Bahkan ada beberapa wartawan baik cetak maupun televisi yang meliput khusus dan melakukan wawancara. Akibatnya beberapa sampel kopi luwak yang dibawa oleh PT. Morning Glory terpaksa dijual dan harganyapun sangat mahal yaitu 150 $ per 150 gram kopi luwak yang sudah digoreng. Walaupun begitu masih banyak pengunjung lain yang berkeinginan untuk membeli tetapi karena sampel yang dibawa memang sedikit maka permintaan pengunjung ini tidak dapat dipenuhi.
Ř Sebagian besar pembeli menginginkan kopi robusta Indonesia yang diolah basah (WIB). Untuk kopi Arabika kurang diminati oleh pembeli Italia karena rasa kopinya terlalu banyak mengandung lemak dan keasaman yang terlalu tinggi yang lebih cocok untuk selera masyarakat Amerika, Jepang, dan sebagian Eropa Barat.
6. Di sela acara pameran diadakan juga acara temu bisnis antara pengusaha kopi Indonesia dengan Italia yang dibuka oleh Bapak KUAI/DCM KBRI Roma. Hadir dalam pertemuan ini sejumlah pengusaha potensial dari Italia dan Inggris. Hasil konkrit dari pertemuan ini adalah terjadinya kesepakatan bisnis yang akan ditindaklanjuti lebih teknis pada komunikasi berikutnya.
|
|
|
7. Selain kegiatan pameran, delegasi Indonesia diwakili oleh Dr. Surip Mawardi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember juga menyampaikan paparan dengan judul paparan: “Geographic Coffees from Indonesia and Its Potential to Support World Espresso Coffee Industry” dalam seminar yang diadakan tanggal 12 November. Selain Indonesia, berbicara juga dalam seminar ini utusan dari negara Brazil, Vietnam, India, dan Guatemala, serta pembicara dari Organisasi Kopi Internasional, bertindak sebagai moderator adalah Mr. Vincenzo Sandalj yang merupakan Presiden Asosiasi Kopi Trieste.
|
|
|
8. Beberapa infromasi penting yang dapat dikemukakan dari seminar ini adalah:
Ř Menurut International Coffee Organization (ICO) yang diwakili oleh Dr. Nestor Osorio, Direktur Eksekutif, dalam 5 tahun ke depan persediaan kopi dunia akan semakin menurun. Penyebab dari penurunan ini antara lain adalah semakin mahalnya harga input produksi pertanian seperti pupuk, pestisida, tenaga kerja, sehingga menyebabkan produksi kopi dunia semakin sulit meningkat bahkan bisa jadi malah menurun, sementara di sisi lain terjadi peningkatan konsumsi kopi dunia yang tidak saja terjadi di negara importir kopi tetapi juga di negara penghasil kopi seperti Brazil, India, Indonesia.
Ř Brazil yang merupakan eksportir pertama dunia bisa jadi sekaligus menjadi konsumer kopi terbesar di tahun mendatang, sementara menurut Dr. Surip Mawardi, laju konsumsi kopi di Indonesia sendiri mencapai 3 % per tahunnya.
Ř Berdasarkan data dari ICO, konsumsi kopi dunia tahun 2005 mencapai 118 Juta Karung ŕ 60 kg, tahun 2006 meningkat menjadi 121 juta karung, terus meningkat menjadi 125 juta karung tahun 2007, dan tahun 2008 ini diduga konsumsi kopi dunia meningkat menjadi 128 juta karung.
Ř Menanggapi pertanyaan sejauh mana dampak krisis keuangan dunia terhadap permintaan kopi, Dr. Osorio berpendapat bahwa masalah ini belum bisa dipastikan, hanya yang bersangkutan berkeyakinan bahwa krisis tersebut tidak akan berpengaruh terhadap konsumsi kopi mengingat kecilnya sharing pengeluaran rumah tangga untuk minum kopi. Selanjutnya dikatakannya juga bahwa selama supply kopi tetap terjamin dengan harga yang masih reasonable, maka kemungkinan perdagangan kopi akan tetap menarik dan pengaruh krisis financial global tidaklah signifikan.
Catatan KBRI
9. Keikutsertaan Indonesia pada pameran ini kami nilai sangat penting dan cukup berhasil dengan banyaknya interaksi pengusaha kopi Indonesia yang ikut pameran dengan pelaku bisnis kopi Italia dan kawasan Eropa serta beberapa negara kawasan mediterania.
10. Mengingat peranan kota Trieste yang strategis akibat masuknya Slovenia menjadi negara anggota UE, maka sudah waktunya untuk memikirkan pelabuhan Trieste sebagai salah satu pintu masuk produk ekspor Indonesia khususnya produk pertanian ke kawasan Eropa Selatan dan juga Eropa Timur khususnya kawasan Balkan.
11. Berdasarkan informasi dari organisasi kopi dunia yang mengatakan persediaan kopi di pasaran dunia akan semakin menipis, merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk mengisi pangsa pasar ini mengingat produktivitas kopi rata-rata Indonesia yang relatif masing rendah yaitu sekitar 850 kg/ha sementara di banyak negara produktivitas tanaman kopinya sudah di atas 1 ton/ha bahkan di beberapa negara bisa mencapai 1,5 ton/ha, disamping masih tersedianya lahan potensial untuk tanaman kopi.
Roma, 21 November 2008
Workhsop: “The new Challenges for Rural Development in Italy : between health Check and EU Budget Reform”, 6 – 7 Oktober 2008 di Treviso, Italia
Workhsop: “The new Challenges for Rural Development in Italy : between health Check and EU Budget Reform telah berlangsung di kota Treviso – Itala. Kegiatan ini merupakan program dari Departemen Pembangunan Pertanian, Pangan dan Kehutanan Italia yang merupakan worlshop yang membahas bagaimanamemajukan pesdesaan di Italia secara terpadu tekait dengan dana dari UNi Eropa selama tahun 2007 -2013.
Workshop dihadiri oleh 489 orang ayang sebagian besar nerupakan wakil kelompok pedesaan di Italia, LSM utusan dari Propinsi dan Regional. Disamping itu hadir juga beberapa utusan dari UNi Eropa 9Perancis, Jerman, Spanyol, Inggris, Austria, Yunani, POrtugis, Romaina, Slovenia) dan KBRI – Roma yang diwakili oleh Atase Pertanian dan Dtaf, disamping beberapa pejabat Departemen Pertanian, Pangan dan Kehutanan Italia sebagai penyellenggara.
Workshop dibagi dalam 3 kelompok kerja yaitu : I. Governance models in Europe, II. Beyond Helath Chech: New Chalenges for Agricultue, III. The Italian Agri-Food System Competitivness. Pembicara dalam workshop ini berasal dari Kementrian Pertanian Italia, K ementrian Lingkungan Hidup Italia serta beberapa pembicara dari organisasi LSM.
Kelompok Kerja I menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi antara lain.
Kelompok Kerja.II
Kelompok Kerja III
Selain info terkait dengan hasil kelompok verja, beberapa info penting lainnya yang dapat disampaikan terkait dengan paparan para paneles antara lain hádalah:
a. Perencanaan yang meliputi proses mendifinisikan jaingan yang ingin dibentuk serta penyusunan time-line implementation program untuk periode 2007 – 2013 sehingga memudahkan pemerintah saerah (regional dan provinsi) menyesuaikan program pembangunan pedesaannya.
b. Implementasi yang dilakukan denganmelalui promosi dan pertukaran sistem pertanian yang baik, memperkuat intervenís terhadap parameter kualitatif dan mendorong monitoring dan evaluasi yang terukur.
c. Pelatihan yang diperluas sebagai sarat untuk pertumbuhan ekonomi dan pembangunan pedesaan. Pelatihan ini diperlukan terkait dengan penyesuaian kondisi akibat adanya berbagai isu actual seperti pelestarian lingkungan hidup, kelestarian sumberdaya hewan, keamanan pangan serta adanya kebijakannasional dan EU yang menekankan pendekatan bottom up, intergrasi pendanaan dll;
d. Pemberian informasi yang terkait sumber pendanaan, membantu akses ke comunitas desa dan bisnis, menyebarkan hasil yang dicapai sebagai hasil dari kebijakan pemereintah ke masyarakat.;
e. Kerjasama dengan sesama anggota, jeringan pembangunan pedesaan Eropa dan juga negara anggota lainnya, sehingga dihasilkan statu kerjasama proyek trans nasional dan juga kerjasama bertugas berbagai instituís dalam negeri untuk pertumbuhan pembangunan pedesaan Italia;
PENGAMATAN
Persoalan utama pembangunan pedesaa di negara Italia dan juga di beberapa negara Eropa lainnya ternyata tidak begitu berbeda dengan persoalan pembangunan pedesaan negara berkembang termasuk Indonesia. Yang membedakannya aníllala intenstitas permasalahannya saja, hal ini tentu saja terkait dengan kematangan berkoordinasi dan tongkat kemampuan SDM pada masing-masing level pemerintahan;
Beberapa permasalahan utama tersebut antara lain hádala upaya meningkatkan kapasitan daerah dalam menyusun program, upaya untuk menyebarkan teknologi innováis ke wilayah pedesaan, pembagian sistem pendanaan antara pemerintah pusat dan daerah, serta sinkronisasi program yang dibuat dan dikreasi di wilayah daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.
| Partisipasi Departemen Pertanian pada “The 60th Campionaria Internazionale” 7 – 15 Juni 2008, Trieste - Italia | |||
| Pameran The 60th Campionaria Internazionale di Trieste, Italia telah berlangsung pada tanggal 7-15 Juni 2008 diikuti sekitar 100 booth dari beberapa negara Eropa, Amerika latin, Asia (India dan Indonesia) dan dari beberapa kota di dalam negara Italia. Keikutsertaan Indonesia pada pameran diprakarsai dan difasilitasi oleh Atase Pertanian KBRI-Roma melalui penyediaan 5(lima) booth. Pada kesempatan yang baik ini, Direktorat pemasaran Internasional Ditjen. P2HP dan Biro Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Departemen Pertanian telah mempersiapkan dan mengkoordinir peserta yang akan ikut berpartisipasi untuk mempromosikan produk olahan pertanian, handycraft, jasa travel, alat kebutuhan rumah tangga. | |||
![]() ![]() |
|||
PRODUK YANG DIPROMOSIKAN
|
Peserta Perusahaan dan Produknya |
||
| No | Nama Perusahaan | Produk yang ditampilkan |
| 1. | PT. Santos Jaya Abadi | Menampilkan berbagai produk diantaranya kopi olahan dalam bentuk sachet baik two in one maupun three in one dan coffee bean (Kalosi Toraja), beverages (juice buah), candies dalam berbagai rasa dan bentuk |
| 2. | PT. Perkebunan Nusantara VIII |
“Teh Walini” yaitu teh hitam berbagai rasa dan teh hijau dan teh organik, dan Karet |
| 3. | Pengusaha Handicraft | Kerajinan Batu, Kerajinan dari Aceh, Kerajinan Batik, Kerajinan Perak |
| Produk yang Dititipkan | ||
| 1. | PT. Exotic Coffee | - Green Been (Indonesian Specialty Coffee) |
| 2. | PT. Bumi Tanggerang Mesindotama | - Cocoa Powder & Butter |
| 3. | PT. SRIKANDI | - Produk SPA |
| Kehadiran pengunjung pameran yang berlangsung dari pukul 16.00-23.00 (senin s/d jumat) berkisar sebanyak 350 orang pengunjung, sedangkan pada akhir pekan, pengunjung mencapai 1000 orang yang mengunjungi stand Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh tibanya musim panas, sehingga masyarakat Trieste lebih banyak meluangkan waktu liburannya. | |
![]() ![]() |
|
|
Pengusaha handicraft produk Tatami Craft & Embroidiery perusahaan nasional yang bergerak di bidang garmen, menampilkan batik Madura, stola batik serta juga menampilkan produk kalung dan gelang terbuat dari bahan-bahan hasil kerajinan dari manik-manik, tempurung kelapa perak dan kulit mutiara. Produk ini cukup diminati, dan hal ini terlihat dari cukup banyaknya peminat. Kurang lebih setengah dari jumlah barang yang tersedia (sekitar 100 pc) yang laku terjual. Disamping itu, Aceh Gift Art special produk kerajinan dari Aceh menampilkan, gelang-gelang perak, produk berbagai jenis tas yang terbuat dari bahan tenun aceh dan batik, kalung etnic dan hiasan berbentuk kupu-kupu. Produk ini cukup diminati karena hampir setengah jumlah barang (sekitar 400 pc) yang dibawa ke Trieste laku terjual. Dati handicraft adalah perusahaan handicraft yang menggunakan bahan utamanya batik dan diberi aksesosris / ornament berbagai bahan etnik sehingga menghasilkan produk antik tetapi bernuansa modern. Pada pameran, produk yang ditampilkan adalah kelom batik, karpet batik, kipas, ikat pinggang batik, baju batik dengan hiasan tanduk kambing, batok kelapa manik-manik dan selendang sutera. Produk dipamerkan sebanyak 27 items dan 6 diantaranya terjual. Srikandi handicraft adalah pengusaha nasional yang mengkhususkan masalah kecantikan dengan menggunakan bahan tradisional Indonesia. Pada pameran Srikandi menampilkan produk spa dari Bali yang terdiri dari Massage Oil, Sabun Spa, Garam Spa dan Dupa. Jumlah items yang dibawa sekitar 200 buah dan yang telah terjual sekitar 30 buah. PT. Santos Jaya Abadi-Kopi Kapal Api Group, perusahaan kopi multi nasional yang menampilkan berbagai produk diantaranya kopi olahan dalam bentuk sachet baik two in one maupun three in one dan coffee bean, beverages (juice buah), candies dalam berbagai rasa dan bentuk. Penjualan secara retail tidak terlalu banyak, namun banyak pengunjung mencoba candies yang diberikan secara gratis. PT. Perkebunan Nusantara VIII adalah Perusahaan Negara yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat dengan produk utamanya teh, menampilkan produk industri hilir, yaitu “Teh Walini” teh hitam berbagai rasa dan teh hijau. Pada umumnya teh yang diminati adalah teh hitam rasa jeruk dan ginger serta teh hijau. Teh yang terjual selama pameran adalah 10 karton, dari 15 karton yang dibawa dan sisanya didistribusikan ke ITPC Milan dan KBRI- Roma digunakan sebagai bahan promosi. Mrs Sari dan Mr. Alberto, wanita Indonesia yang menikah dengan pria Italia yang selama ini membeli teh Sari Wangi. Mereka berharap kedepan bisa sebagai distributor dari produk antara lain the dan cacao PTP VIII. Selain kehadiran pengunjung yang melihat produk-produk olahan pertanian dan handicraft di stand Indonesia, telah berlangsung pula pertemuan bisnis antara pengusaha Indonesia ni dengan pengusaha di Italia. |
|
| Pertemuan bisnis Kopi | |
| (i) | Pertemuan dengan KADIN Trieste pada hari Rabu 11 Juni 2008 pukul 11.00 s/d 13.30 telah diselenggarakan pembicaraan bisnis bertempat di Kantor ARIES (Chamber of Commerce Industry Crafts and Agriculture of Trade). |
Pertemuan
yang difasilitasi Atase Perdagangan KBRI-Roma (Bp. Frank W.J. Kandou)
dengan KADIN Trieste, perusahan Kopi Kapal Api mempresentasikan antara
lain Kopi bean, Kopi olahan candy (all various and flavour),
beverages. Pihak Chambers of Commerce merespon dengan baik dan
memberikan list distributor candy dan coffee untuk wilayah
Trieste, Slovenia dan sekitarnya.Pada kesempatan tersebut, Atase Perdagangan KBRI-Roma menyampaikan undangan resmi Pemerintah RI kepada para pengusaha di Trieste dan kota lainnya di Italia, untuk hadir dan berpartisipasi pada Indonesia Trade Expo yang akan digelar pada bulan Oktober dan November 2008 di Jakarta. |
|
| (ii) | Pertemuan SANDALJ Trading Company, Spa, dengan Novi Kristanto 9marketing Manager PT. Sentosa Jaya Abadi – Kapal Api Group) pada hari Kamis 12 Juni 2008 pemasok kopi terkenal Italia yang mengcover pasokan kopi di Trieste dan sekitarnya dan kota-kota di luar Italia. |
Pada
kesempatan ini, Kopi Kapal Api menawarkan coffee bean, green coffee,
Arabica “Koloni Toraja”. Mr. Sandalj, yang juga Presiden Asosiasi
Kopi Trieste menyatakan tertarik untuk meneliti lebih lanjut promosi
kopi Koloni Toraja. Permasalahan yang ada adalah Kopi “Koloni Toraja”
telah diteliti oleh yang bersangkutan dan menurutnya mengandung High
Acidity, sehingga tidak dapat dijadikan/kurang cocok untuk di blend
menjadi Expresso.Namun demikian Mr. Sandalj berjanji untuk terus berusaha melakukan penelitian dan sekaligus akan mempromosikan kopi kalosi toraja agar dapat dipasarkan dikawasan Italia, Mr. Sandalj juga memberikan gambaran tentang Investasi dalam pengembangan kopi Robusta di Indonesia 5 s/d 10 tahun mendatang masih sangat memungkinkan jika dibandingkan dengan negara-negara produsen kopi lainnya keciali kopi Brasilia. Hal ini sangat dimungkinkan karena Indonesia masih memiliki lahan yang sangat luas yang didukung dengan toprografis, iklim maupun tersedianya tenaga kerja. Untuk mendapatkan kualitas kopi yang lebih baik Mr. Sandalj menyarankan agar proses kopi basah (wash coffee) lebih diutamakan dibandingkan kopi yang mengalami fermentasi. |
|
| (iii) | Pertemuan dengan DEMUS. Lab, berlangsung pada tanggal 13 Juni 2008, |
![]() Pertemuan berlangsung antara Mr. Fabian Demus dengan Novi Kristianto (Marketing Manager PT. Santos Jaya Abadi – Kapal Api Group) dan Ibu Erna seorang warga negara Indonesia di Trieste sebagai penghubung dengan Mr. Massiliano fabian, Presiden Direktur DEMUS LAB. DEMUS LAB adalah perusahaan yang melakukan Analisa, R&D, Consultant and Education on Coffee dan juga sebagai importer dan eksportir kopi biji (green bean) dari berbagai negara produsen yang masuk melalui pelabuhan Trieste dan selanjutnya dijual kembali kelokal market maupun di re-ekspor keseluruh kota Italia maupun kota-kota lain di kawasan Eropa.Pertemuan ini adalah merupakan tindak lanjut pertemuan perusahaan Kapal Api dan Demus Lab beberapa waktu yang lalu di Surabaya-Indonesia, dimana Mr. Fabian sudah tidak asing lagi dengan kalosi Toraja dan pada prinsipnya beliau sangat tertarik untuk memasarkan kopi tersebut, tetapi kendala utamanya adalah masalah harga yang ditawarkan terlalu tingginya harga kopi ini yaitu US$6/kg harga FOB. Penawaran yang diajukan adalah 3-4US$/Kg harga FOB dan juka penawaran tersebut disetujui (deal) maka untuk pemesanan pertama agar dikirimkan sebanyak 3 ton. Pesanan tersebut nampaknya memang sedikit karena Demus akan melakukan penjualan kembali kepada para konsumen Italia yang belum begitu mengenal / terbiasa minum kopi kalosi toraja yang termasuk golongan Speciality Coffee. Pada kesempatan tersebut juga menawarkan kemungkinan untuk pemasaran kopi luwak dan teh. Menurut Mr. Fabian, kopi luwak bagi beberapa penggemar kopi speciality coffee sudah banyak yang mengenal karena kualitas, rasa dan aromanya cukup disenangi, namun kaena harganya yang sangat tinggi sehingga untuk penjualannya sangat sulit bersaing. Keciuali oleh Verry personal person barulah terbeli oleh mereka. Sedangkan untuk produk Teh, beliau minta diberikan sampel teh hitam untuk dipromosikan melalui para kolega sesama pengusaha yang ada di kota Trieste. |
|
| (iv) | Survey pasar kopi dan permen yang dilakukan pada tanggal 13 Juni 2008 terhadap jenis candies dan beverages di Super Market terbesar di kota Trieste yaitu harga kopi bubuk bervariasi dari 1-2 Euro. Produk kopi yang beredar di Italia adalah : Cream Coffee, Arom Coffee, Splendid, Hag, Coop (merk sendiri), Haus brandnt, Lavazza, Nescafe dan Pellin. Sedangkan produk permen kopi antara lain Rossini, Alpenliebe, Lavazza, Fenerez dan Marsini. Untuk produk bevereges antara lain : Fanta, Jolly, Restora, Belse, The Sterill Grande. |
|
Pertemuan pebisnis teh |
|
| (i) | Pertemuan dengan Kadin di Trieste, Mr. Paulo Marchese (Manager of Foreign Trade Department) dan Dr. Michele Crosanto (Foreign Trade Department). |
Pertemuan
antata KADIN Trieste dengan wakil dari PTPN VIII, Imam Bimantara
(manager marketing PTPN VIII), menawarkan berbagai jenis produk dari The
Walini. Dari tanggapan KADIN Trieste diperoleh informasi bahwa serapan
pasar komoditi teh di kawasan Trieste saat ini kurang begitu luas bila
dibandingkan dengan komoditi kopi.Namun disampaikan pula bahwa peluang ekspansi bisnis untuk komoditi teh ini masih cukup luas (per tahun sekitar 6%). Peluang ini diharapkan dapat diisi oleh pengusaha Indonesia. Karakteristik teh yang diminati adalah teh hijau dan teh hitam dengan flavour. Selama ini wholesaler teh dikawasan Trieste diperoleh dari Middle East dan UK (merk yang beredar antara lain Lipton dan Twinning). Pihak Kadin memberikan beberapa nama potential buyers yang dapat dihubungi oleh pengusaha Indonesia. Buyers tersebut antara lain Cuore d.o.o Tomaj Slovania, Kavin d.o.o Slovania, Opara d.o.o Trebnje Slovania, Cha d.o.o Ljubljana Slovania dan Poslovni Sistem mercador,d.d Ljubbljana Slovania. |
|
| (ii) | Pertemuan dengan Dr. Vicenzo Sandalj (President Director) dari Sandalj Trading Company, yang bersangkutan sudah pernah memasukkan White Tea Indonesia ke Italia dengan volume sekitar 200 kg. White tea Indonesia cukup digemari walaupun harganya relatif tinggi yaitu 15-20 Euro/kg. Menurut Sandalj bahwa pengembangan bisnis teh masih sangat memungkinkan karena konsumsi teh oleh masyarakat Italia semakin meningkat, walau perkembangannya sangat lambat tetapt diyakini akan bias berkembang. Pada kesempatan itu pula beliau minta diberikan sample teh hitam untuk dipromosikan melalui para kolega sesame pengusaha yang ada di Trieste. |
| (iii) | Pertemuan dengan Dr. Patricio Brusoni (Presiden Director) dari Alberto Hesse Trieste di A.Hesse & P Bruson Snc. Perusahaan ini lebih berminat membeli produk kopi dari Indonesia (PTP XII), komoditi teh akan dipelajari dulu dan telah diminta contoh-contoh produk teh Indonesia. |
|
Pada kesempatan pameran, stand Indonesia telah pula dikunjungi oleh wartawan majalah Notiziario Torrefattori bernama Mr. Gianni Bruno Pistrini. Beliau akan memasukan artikel mengenai kopi eksklusif dari Indonesia, yaitu Kopi Luwak. Informasi mengenai kopi ini telah disampaikan kepada yang bersangkutan. |
|
| Hasil kunjungan Prof. Borghese, ahli ternak Kerbau dari Italia ke Indonesia 12 – 23 Februari 2008 | |||
Tanggal
12 – 23 Februari yang lalu Prof. Antonio Borghese Direktur Istituto
Sperimentale per la Zootecnia (Institut Penelitian Ternak),
Monterotondo, Italia dengan didampingi oleh Atase Pertanian KBRI Roma
melakukan kunjungan ke beberapa wilayah di Indonesia terkait dengan
ternak kerbau.
Kunjungan ini merupakan upaya KBRI Roma untuk menjalin kerjasama di sektor budidaya ternak Kerbau dengan pemerintah Italia mengingat Italia merupakan salah satu negara yang unggul dalam mengembangkan ternak kerbau khususnya kerbau penghasil susu. Produksi kerbau perah Italia mencapai 2000 – 5000 liter/ekor/tahun, sementara di banyak negara produksi susunya hanya di bawah 1000 l /ekor/tahun. Kunjungan Prof. Borghese ini didahului dengan diskusi dengan staf peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Bogor dan selanjutnya mengunjungi Sumsel, Sumbar, dan Sumut. Di Sumatera Selatan kunjungan dilakukan ke desa Pulau Layang Kecamatan Pampangan, Kabupaten OKI dan juga ke BPTU Sembawa. Kunjungan di Sumatera Barat dilakukan ke desa Air Sungsang Kec. Air Dingin Kab. Solok dan desa Sipampang Kec. Sijunjung, Kab. Padang, sedangkan di Sumatera Utara kunjungan dilakukan ke Desa Sidodadi Kec. Batang Kuis Kab. Deli Serdang. Beberapa hal yang dihasilkan dari kunjungan ini adalah: |
|||
|
Ř |
Secara umum kunjungan ini berlangsung dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari Pemda yang dikunjungi khususnya dari jajaran Dinas Peternakannya demikian juga dari Puslitbangnak, Deptan. | ||
| Ř | Jika proyek perbaikan budidaya ternak kerbau ini dapat direalisasikan, maka pemda propinsi yang diwakili oleh Dinas Peternakannya menyatakan kesediaannya membantu baik fasilitas maupun alokasi dana pendamping jika diperlukan, tentunya hal ini sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. | ||
| Ř | Pemda Sumatera Selatan dan Kabupaten OKI bahkan segera alokasikan dana untuk keperluan tersebut, sebagaimana yang dikatakan secara eksplisit oleh Gubernur Sumsel Bpk. Sjahrial Oesman dan Bupati OKI Bpk. Ishak Mekki saat menerima kunjungan ini. | ||
| Ř | Salah satu kesepakatan yang dihasilkan dari diskusi dengan jajaran Puslitbangnak Bogor adalah bahwa proyek ternak kerbau ini proposalnya akan diajukan dengan mengacu kepada standar FAO yang meliputi 70 % komponen aplikasi teknologi terkait dengan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan dan pembangunan pedesaan dan SDMnya sedangkan aspek penelitian nantinya hanya sekitar 30 % saja. | ||
| Ř | Melihat situasi dan permasalahan di lapangan, maka Prof. Borghese menyarankan beberapa langkah terkait dengan perbaikan peternakan Kerbau Indonesia yaitu: | ||
| a. | Early weaning yaitu penyapihan awal anak kerbau (pedet) dengan pakan yang sesuai. | ||
| b. | Penggemukan terhadap anak kerbau jantan yang sudah disapih untuk menghasilkan daging. | ||
| c. | Menurunkan umur pubertas melalui perbaikan pakan untuk persiapan replacement stocks. | ||
| d. | Penerapan animal recording secara individual untuk perbaikan genetik, manajemen reproduksi dan produksi serta pengobatan penyakit. Sebagai catatan, di Italia animal recording pada kerbau sudah berdasarkan berat kering yang terkandung pada susu. | ||
| e. | Menciptakan populasi dasar untuk membentuk populasi inti dalam sistem perbaikan genetik dengan berdasarkan segitiga populasi. | ||
| f. | Meningkatkan efisiensi reproduksi yang meliputi early pregnancy, early milk production, synchronization oestrous. | ||
| g. | Perbaikan pakan untuk sapi laktasi berdasarkan formula protein rendah dan energi tinggi. | ||
| h. | Pengolahan susu dan diversifikasi produk dengan tetap memperhatikan juga perbaikan produk lokal. | ||
| Ř | Langkah selanjutnya disepakati bahwa segera akan disusun proposal proyek oleh Prof. Borghese dengan deptan (Puslibangnak dan Ditjen Peternakan) dan KBRI Roma sebagai fasilitator. Jika proposal sudah jadi dan sudah disepakati, maka KBRI Roma bekerjasama dengan Prof. Borghese akan melakukan pendekatan ke FAO dan Pemerintah Italia atau sumber pendanaan lainnya untuk mendapatkan dukungan pendanaan. | ||
| Back to Top | |||
| Hasil kunjungan ke Istituto Zootecnico e Caseario atau Pusat Penelitian Ternak khususnya Domba dan Kambing Perah (AGRIS), Sassari, Sardegna, Italia. | |||
|
Dalam upaya untuk meningkatkan kerjasama sektor peternakan antara Indonesia dengan Italia, maka Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma Italia cq. Bidang Pertanian melakukan kunjungan kerja ke Pusat Penelitian Ternak khusus Kambing dan Domba Perah yang terletak di wilayah Bonassai, Propinsi Sassari, Wilayah Sardegna, Italia Selatan. Dilayah Sardegna merupakan penghasil utama susu domba dan kambing perah terbesar ke dua di Eropa setelah Perancis. Jumlah populasi domba perah di seluruh wilayah Sardegna sekitar 3,5 juta ekor. Kunjungan kami diterima oleh Dr. Giovanni Piredda, Direktur Hubungan Internasional Institut Penelitian ini yang didampingi oleh 2 stafnya yaitu Dr. Mauro Decandia dan Dr. Margherita Addis. Beberapa informasi yang dapat kami sampaikan dari kunjungan ini adalah: |
|||
| Ř | Pusat penelitian ternak ini mengkhususkan diri kepada penelitian ternak Domba dan Kambing perah. Luas area yang dimiliki Pusat Penelitian ini cukup besar yaitu 350 hektar yang sebagian besar diperuntukkan untuk areal penghasil pakan ternak dan padang penggembalaan domba dan kambing serta sebagian kecil untuk perkantoran dan fasilitas pendukung penelitian seperti laboratorium, kandang, pengolahan hasil. | ||
| Ř | Saat sekarang institut ini mempunyai sekitar 2 ribu ekor domba dan 300 ekor kambing, semuanya diperuntukkan untuk menghasilkan susu. Saat sekarang Institut ini juga mengembangkan sapi penghasil daging dengan populasi sekitar 100 ekor. | ||
| Ř | Domba maupun kambing perah di Institut ini merupakan hasil pemuliaan yang berdasarkan kepada jenis lokal Sardegna. Produksi susunya untuk domba perah mencapai 250 liter per laktasi serta sekitar 150 – 180 liter per laktasi untuk kambing perah. Masa laktasi baik domba maupun kambing sekitar 7 bulan. | ||
| Ř | Domba perah mulai diambil susunya pada umur 10 – 12 bulan sedangkan untuk kambing perah susunya dimabil pada umur 1 – 1,5 tahun. Masa produktif susu baik domba maupun kambing sekitar 6 tahun. Susu yang dihasilkan diolah menjadi berbagai jenis keju. | ||
| Ř | Institut ini sangat membuka kemungkinan menerima peserta magang peternak/peneliti Kambing Indonesia untuk mengikuti magang di Pusat Penelitian ini dan dapat memakai semua fasilitas yang tersedia. Hanya mereka tidak dapat menyediakan dana untuk biaya hidup selama magang. Kemungkinan pendaan dapat dilakukan jika ada suatu proyek penelitian bersama yang didanai oleh EU atau ke dua belah pihak (bilateral Italia – Indonesia). | ||
| Pengamatan: | |||
| 1. | Dalam usaha pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan rencana swasembada baik daging maupun susu di masa datang maka akan sangat baik jika dijalin kerjasama antara deptan (dirjen peternakan maupun puslitnak) dengan Institut ini yang merupakan salah satu pusat penghasil domba perah unggul Eropa (Medetaria). | ||
| 2. | Tahap awal yang dapat dilakukan adalah melakukan kontak lebih lanjut dengan mengirimkan ahli ternak domba/kambing Indonesia ke Institut Penelitian ini, sehingga dapat diidentifikasi aspek yang memungkinkan untuk dimanfaatkan Indonesia. (Attani KBRI-Roma, 7 April 2008) | ||
| Back to Top | |||
| Hasil kunjungan kerja ke perusahaan kopi LAVAZZA, Torino, Italia. | |||
|
Tanggal 31 Maret – 2 April 2008 yang lalu kami melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Kopi LAVAZZA, Torino. Kunjungan ini dilakukan sehubungan dengan kunjungan Kepala Badan Litbang Depdag dan pejabat Departemen Perindustrian ke beberapa perusahaan di Italia. Kunjungan Kabadan Litbang Depdag yang juga disertai oleh Atase Perdagangan KBRI Roma ini dalam kerangka proyek TSP (Trade Support Program) yang merupakan proyek kerjasama Indonesia dengan EU. Salah satu perusahaan yang dikunjungi adalah perusahaan kopi terbesar di Italia yaitu Lavazza. Yang merupakan perusahaan pengolah kopi yang bahan bakunya sebagian diimpor dari Indonesia. Kunjungan ini terlaksana juga atas peran dari Dr. Marco Welzel dari perusahaan peng-impor kopi Indonesia S.i.CAF.Srl. yang berdomisili di Genoa yang juga rekanan dari PTP 12 Surabaya dan PTP 9 Semarang. Peserta kunjungan diterima oleh Mr. Mario Cerutti, Direktur Departemen Pembelian dan Suplai Kopi Lavazza yang didampingi oleh beberapa stafnya. Dalam kunjungan ini disamping mendengarkan paparan oleh Mr. Mario Cerutti, juga melakukan peninjauan ke laboratorium dan pabrik pengolahan dan pengepakan kopi. Dari kunjungan ini dapat kami sampaikan beberapa hal yaitu: |
|||
| a. | Perusahaan kopi Lavazza merupakan perusahaan milik keluarga Lavazza yang didirikan pada tahun 1895 oleh Luigi Lavazza. Tahun 2007 yang lalu perputaran uang yang dilakukan perusahaan ini mencapai 1 milliar Euro dengan home market sharenya mencapai 44,4 % di seluruh Italia sehingga menempatkan perusahaan ini terbesar sebagai penyuplai kopi kebutuhan rumah tangga maupun sebagai penyuplai kopi ke toko retail. Proses mulai dari penyortiran, penggorengan, penggilingan, pengepakan, dan pengangkutan kopi ke Truk pengangkut dilakukan secara otomatis menggunakan program komputer. | ||
| b. | Perusahaan ini mempunyai tenaga kerja mencapai 3240 orang yang tersebar di beberapa negara antara lain Prancis, Inggris, Austria, Jerman, USA, Panyol, Portugal, Brazil dan juga India dan mempunyai akses perdagangan ke 80 lebih negara di dunia. | ||
| c. | Perusahaan ini tahun 2007 melebarkan sayapnya ke di India dengan melakukan akuisisi 2 perusahaan di sana yaitu perusahaan “Fresh and Honest” dan “Barista”. Besar investasi di negara ini sekitar 200 juta Euro. | ||
| d. | Perusahaan ini mengimpor biji kopi sebanyak 2,3 juta karung 60-an kg atau setara dengan 138 ribu ton biji kopi per tahun dengan sekitar 10 % berasal dari kopi Indonesia. | ||
| e. | Dalam sesi tanya jawab dan juga diskusi di sela acara kunjungan didapatkan beberapa informasi a.l.: | ||
| Ř | Tidak tertutup kemungkinan perusahaan ini melakukan ekspansi ke wilayah Asia Tenggara khususnya Indonesia untuk mengisi pasar di wilayah tersebut dan Pasifik, hanya ekspansi ini tentunya memerlukan kajian dan pertimbangan terkait dengan minat terhadap kopi jenis espresso. | ||
| Ř | Perusahaan ini juga menawarkan pelatihan sebagai ahli pencicip kopi (coffee cupping expert) dengan lama training bervariasi tergantung target yang diinginkan dan biaya yang dibayar. | ||
| Ř | Perusahaan ini bekerjasama dengan beberapa perusahaan kopi Eropa lainnya juga memberikan bantuan pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM petani kopi di beberapa negara di Amerika Latin. Terkait dengan hal ini kami juga menanyakan kemungkinan hal yang sama dilakukan di Indonesia. Secara perinsip hal ini dapat dilakukan tetapi memerlukan pembicaraan lebih lanjut terutama dalam mencari sumber pendanaan. | ||
| Catatan: | |||
| - | Mengingat perusahaan kopi Lavazza merupakan perusahaan kopi terbesar dalam penguasaan pangsa pasar kopi roster di Italia, maka akan sangat baik jika dalam kunjungan Menteri Pertanian pada bulan Juni nanti juga mengunjungi perusahaan ini dan juga perusahaan importir kopi Indonesia di Genoa (S.i.CAF. Srl.) sekaligus melihat fasilitas pelabuhan dan gudang kopi di pelabuhan Genoa. | ||
| - | Terkiat dengan poin 5.a. di atas dan untuk meningkatkan perkopian Indonesia khususnya pada level perkopian rakyat, maka kami akan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan mengajak Group Konsultan Soges yang berpengalaman dalam menyusun proposal proyek dan mencari dukungan dana dari EU dan juga menjadi konsultan dalam proyek TSP (Trade Support Program) EU-Indonesia. (Attani KBRI-Roma, 7 April 2008) | ||
| Back to Top | |||
| Kunjungan ke Pameran buah “MACFRUT 2008” di kota Cesena Italia. | |||
![]() Duta Besar RI Roma dan Atase Pertanian KBRI Roma pada tanggal 18 April 2008 yang lalu mengunjungi pameran buah MACFRUT di kota Cesena di wilayah utara Italia. Macfrut yang merupakan pameran Internasional tentang buah dan sayur terbesar di Italia ini dilaksanakan setiap tahun dengan luas lahan pameran sekitar 30.000 m2.Pameran Macfrut 2008 ini dibuka oleh Mr. Paolo De Castro, Menteri Pertanian dan Kehutanan Italia dan dihadiri oleh Menteri-menteri Pertanian dari Albania, Aljasair, Mesir, Libya, Maroko dan Tunisia yang kemudian dilanjutkan dengan Seminar “Future development of the Italian fruit and vegetable sector in the framework of OCM’s reform, free trade markets and Euro-Mediterranean Partnership”. Pameran diikuti oleh berbagai Negara khususnya dari Eropa dan juga beberapa Negara di kawasan mediterania seperti, Mesir, Marokko, Aljazair, Libya. Selain itu ikut juga negara dari Asia yaitu Cina dan India. Aspek yang dipamerkan dalam pameran ini meliputi semua aspek mulai dari hulu (proses produksi) sampai ke hilir (pengolahan dan pengepakan serta transportasi), sehingga secara garis besar dalam pameran ini dibagi dalam 7 sektor yaitu: |
|||
| a. | Seeds, Nursery growing of Fruit and Vegetable meliputi: | ||
|
? |
Seeds and Fruits trees | ||
| ? | Seeds sorting machines | ||
| ? | Flower, fruit and vegetable nursery growing | ||
| b. | Machines and technical equipment for production proceses : | ||
| ? | Agricolture and organic agricolture | ||
| ? | Technical tools for plants protection and growing | ||
| ? | Innovative machines for the production processes | ||
| ? | Technical equipment for sustainable agriculture | ||
| ? | Greenhouse and plants design | ||
| c. | Production and Trade of Fruit and Vegeable : | ||
| ? | Producers and Exporter associations | ||
| ? | Co-operatives and consortiums for the processing and marketing of fruit and vegetables | ||
| ? | Fruit and vegetable importer/exporter | ||
| ? | Agro-food wholesale markets | ||
| ? | Fresh organic, fruit and vegetables | ||
| ? | Fresh cut products | ||
| ? | Certification organization | ||
| d. | Sorting and Grading Lines : | ||
| ? | Fruit and Vegetable processing plants | ||
| ? | Dried Fruit processing plants | ||
| ? | Machines and plants for Fruit and Vegetables processing | ||
| ? | Weighing houses – weighing systems | ||
| ? | Measuring instrument | ||
| e. | Packaging and Handling Machines for Fresh Fruit and Vegetable | ||
| f. | Packaging Materials and Similars | ||
| g. | Logistic, Refrigerating system and transport : | ||
| ? | Industrial refrigerator plants | ||
| ? | Refrigeration plants | ||
| ? | Shipping agrents | ||
| ? | Distributions | ||
| ? | Special equipment for railway, sea and air transport | ||
| ? | Reefer vehicles | ||
| ? | Transport companies | ||
| ? | Isothermic vans | ||
| Sebagai informasi tambahan tahun 2007 pameran ini diikuti oleh 683 peserta pameran yang terdiri dari 80,35% perusahaan Italia sedangkan sisanya sejumlah 19,65% dari negara-negara lain. Sedangkan jumlah pengunjung (professional visitors) mencapai jumlah 25 ribu orang dan 23%-nya adalah Foreign Professional Visitors dari 80 negara. Pada saat bersamaan dengan pameran pada tahun 2007 yang lalu juga telah diadakan 21 Seminar dan Konperensi di dalam kawasan pameran. | |||
| Catatan: | |||
| 1. | Pameran Macfrut ini memberikan gambaran bagaimana proses bisnis Internasional sektor buah dan sayuran terjadi. Nampak sekali bahwa untuk berhasil, bisnis buah dan sayur (yang relatif mudah busuk) harus ditopang oleh aspek industri, pasar, dan administrasi yang baik (sertifikasi, fitosanitari dlsb) serta aspek teknologi ( budidaya, pengolahan, pengepakan, transportasi dlsb). | ||
| 2. | Mengingat dalam pameran ini berkumpul para pebisnis buah dan sayur dunia, maka ada baiknya Indonesia mengikuti pameran ini di tahun mendatang dengan menampilkan produk buah unggulan seperti salak, manggis, mangga, nenas, dan pepaya yang pada pameran ini juga dipamerkan secara sekilas dengan kualitas yang relatif tidak lebih baik dari produk Indonesia. (Attani KBRI-Roma, 22 April 2008) | ||
| Back to Top | |||