Atase
Pertanian KBRI-Brussel dan ME
DR. IR EDY HARTULISTIYOSO, MSC
Boulevard de la Volume 38
B-1200 Brussel Belgium
Telp. 32 (0) 27790915
Fax: 32 (0) 27728190
Hp: +32474967805
email: eharts@gmx.net
Partisipasi KBRI Brussel dalam International Libramont Fair (Foire de Libramont) 2010, di Libramont, Belgia, tanggal 23 s/d 26 Juli 2010.
Pelaksanaan Pameran
8. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pengunjung stand Indonesia mengalami peningkatan, meskipun berada pada lokasi yang sama. Hal ini karena adanya penataan stand yang dikemas dalam nuansa hijau yang nyaman bagi pengunjung. Selain itu adanya flyers dalam bahasa perancis yang berisi undangan mengunjungi stand Indonesia sambil merasakan kopi, teh dan aneka panganan khas Indonesia menjadi daya tarik tersendiri.
9. Alat dan mesin (Alsin) pertanian Indonesia seperti Handsprayer, Mistblower, Power Sprayer, Jet Cleaner dan Brushcutter ternyata diminati oleh konsumen Eropa. Beberapa pengunjung bahkan membeli langsung Handsprayer yang dipajang stand Indonesia. Mereka tertarik dengan alsin tersebut karena selain harganya bersaing, kualitasnya juga tidak kalah dari produk sejenis yang ada di pasaran. Alsin pertanian skala kecil sengaja dipamerkan dalam pameran kali ini, mengingat potensi yang cukup besar, khususnya untuk diaplikasikan pada lahan-lahan kecil yang banyak dikerjakan sebagai hobi. Produk Indonesia banyak diminati karena harganya yang sangat bersaing apabila dibandingkan dengan produk-produk sejenis buatan Eropa, namun tetap memiliki standar kualitas internasional. Diharapkan melalui pameran ini akan nada lebih banyak lagi produk mesin pertanian Indonesia yang akan dapat menembus pasar Uni Eropa.
10. Direktur PT Agrindo Maju Lestari, sebagai peserta pameran menyatakan sangat bangga dapat menampilkan produk asli Indonesia dengan komponen kandungan lokal sekitar 80 % di pameran terbesar di Eropa ini, apalagi jika melihat antusiasme masyarakat yang mengunjungi stand Indonesia. Pada kesempatan pameran ini pihaknya juga mencari distributor untuk kawasan Eropa guna memasarkan produk alat pertaniannya secara lebih baik dan segera menindak lanjuti calon peminat dari Belgia dan Luxembourg.
11. Selain alsin pertanian, stand Indonesia juga menampilkan produk pertanian seperti kopi, teh, rempah-rempah dan berbagai produk panganan (snack). Hingga hari terakhir stand Indonesia masih ramai dipadati pengunjung. Mereka tertarik dengan stand Indonesia yang asri dan pelayanan yang ramah, duduk berdiskusi maupun melihat produk yang dipamerkan sambil minum kopi dan mencicipi berbagai snack khas Indonesia. Sebagian pengunjung juga tekun mengikuti tayangan video “Sustainable Palm Oil - a Precious Legacy” sembari menikmati keripik singkong non kolesterol aneka rasa.
12. Singkong atau maniok lebih dikenal sebagai pakan ternak atau bahan baku industri ternyata bisa melekat di lidah Eropa dalam bentuk keripik. Selama ini konsumen Eropa lebih mengenal keripik kentang atau-pun tortila yang terbuat dari jagung. Kandungan kolesterol keripik singkong yang lebih rendah dari keripik kentang menjadi daya tarik lain bagi pengunjung. Tidak cukup sekali coba, pengunjung pameran bahkan ingin memborong keripik singkong berbagai rasa yang dipamerkan stand Indonesia tersebut.
13. Dalam kegiatan pameran, selain produk alsintan dan peternakan terlihat berbagai produk yang diperlukan untuk mendukung sektor pertanian juga turut dipamerkan, seperti:
Peralatan dan hand tools yang digunakan dalam mendukung mekanisasi pertanian seperti peralatan listrik, pembangkit listrik terbarukan (wind turbine dan photovoltaic).
Produk pendukung sektor pertanian dan perkebunan, seperti produk alas kaki, produk tekstil, produk kulit yang diperlukan para pekerja di sektor pertanian
Terkait dengan hal tersebut di atas maka pameran ini sangat potensial sebagai ajang promosi berbagai produk ekspor Indonesia yang diperlukan di sektor agrobisnis di Eropa. Khusus untuk produk minuman dan makanan olahan asli Indonesia seperti berbagai produk sari buah kemasan, buah kaleng dsb. Perlu mendapat perhatian untuk dipromosikan, karena merupakan endegeneous products dan merupakan produk tropis yang tidak diproduksi di negara subtropis.
14. Pameran International Foire de Libramont yang diselenggarakan setiap tahun merupakan ajang strategis untuk mempromosikan produk dan industri pertanian di Uni Eropa. Dengan jumlah penduduk sekitar 495 juta dan pendapatan per kapita rata-rata mencapai 25100 Euro, Uni Eropa merupakan pasar potensial untuk produk-produk pertanian serta industri mesin dalam skala kecil pada 27 negara anggotanya. Untuk itu KBRI Brussel merencanakan untuk memanfaatkan pameran ini sebagai agenda tahunan bagi promosi produk maupun investasi di bidang pertanian dan industri pertanian di Belgia. Tuntutan konsumen Eropa terhadap kualitas produk dan layanan yang tinggi juga dapat menjadi pendorong bagi pelaku usaha di Indonesia untuk terus meningkatkan daya saing produknya di pasaran global.
Brussel, 28 Juli 2010