KEGIATAN ATASE PERTANIAN KBRI - BRUSEL


Atase Pertanian KBRI-Brussel dan ME
DR. IR EDY HARTULISTIYOSO, MSC

Boulevard de la Volume 38
B-1200 Brussel Belgium
Telp. 32 (0) 27790915
Fax: 32 (0) 27728190
Hp: +32474967805
email: eharts@gmx.net
  


Partisipasi KBRI Brussel dalam International Libramont Fair (Foire de Libramont) 2010, di Libramont, Belgia,  tanggal 23 s/d 26 Juli 2010. 

 Pelaksanaan Pameran

  1. KBRI Brussel telah berpartisipasi dalam pertanian International Libramont Fair (Foire de Libramont) 2010, di Libramont, Belgia,  tanggal 23 s/d 26 Juli 2010.  Kegiatan pameran tersebut dilanjutkan dengan Field Demonstration pada tanggal 27 Juli 2010.  Keikutsertaan KBRI Brussel tahun ini merupakan yang ketika kalinya, setelah berpartisipasi pada tahun 2008 dan 2009 secara berturut-turut dan mendapat sambutan yang positif baik dari penyelenggara maupun pengunjung.
  2. Pameran pertanian internasional Foire de Libramont ini merupakan salah satu pameran terbesar di Eropa yang diselenggarakan sejak tahun 1926 dan menjadi ajang bisnis  dan promosi  Eropa serta dunia dalam bidang pertanian, peternakan, kehutanan serta produk industri turunan hasil pertanian, seperti makanan dan minuman. Tercatat tidak kurang 170.000 orang mengunjungi pameran ini. Pameran diselenggarakan di areal pertanian terbuka seluas 10 ha di daerah Libramont, Propinsi Luxembourg – Belgia, yang berjarak lebih kurang 150 km dari Brussel. Pameran diikuti oleh 750 exhibitor,  100 diantaranya exhibitor international yang sebagian besar merupakan peserta dari negara Eropa.  Peserta dari Asia, selain Indonesia, Cina juga ikut membuka stand dengan menampilkan produk pangan organik dari salah satu propinsi.
  3. Dalam pameran yang mengambil tema ”Farming more than just a job" ditampilkan hasil-hasil inovasi teknologi tingkat tinggi dari berbagai sektor pertanian dan industri terkait seperti perbankan dan asuransi pertanian. Selain itu juga ditampilkan demonstrasi mesin pertanian skala besar, seperti pengolah tanah, mesin panen dan  pemrosesan serta atraksi dan lomba ternak kuda dan sapi.
  4. Paviliun Indonesia yang dipersiapkan oleh KBRI Brussel (Fungsi Ekonomi, Atase Pertanian, Atase Perindustrian dan Atase Perdagangan) menempati ruang “indoor” berlokasi di Walexpo, 33 – B17, berdekatan dengan stand Komisi Eropa dan stand Federal Belgia.   Pada stand seluas 100 m2  tersebut ditampilkan alat dan mesin pertanian seperti Handsprayer, Mistblower, Power Sprayer, Jet Cleaner dan Brushcutter produksi PT Agrindo Maju Lestari, yang keikutsertaannya langsung dihadiri oleh Direktur Utama dan direktur Ekspor, didampingi oleh dua orang pejabat Departemen Perindustrian. Selain produk alsintan, juga dipamerkan berbagai produk Indonesia seperti teh, kopi, rempah-rempah dan aneka panganan  seperti keripik singkong aneka rasa dan kerupuk. Selain menampilkan contoh produk di atas, peserta juga dapat mencoba merasakan kopi dan teh, serta berbagai produk panganan (snack).
  5. Selain menampilkan produk alsin dan pangan Indonesia, ajang pameran dimanfaatkan untuk mempromosikan kelapa sawit Indonesia melalui pemutaran  film “Sustainable Palm Oil -  a Precious Legacy” yang diproduksi oleh Indonesia Palm Oil Board (IPOB). VCD dari film tersebut juga dibagikan kepada pengunjung. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan informasi yang proporsional tentang pengembangan kelapa sawit di Indonesia mengingat adanya ”black campaigne” yang cukup gencar tentang kelapa sawit di Eropa.
  1. Stand Indonesia yang dibuka oleh Kuasa Usaha ad interim KBRI Brussel, Ibu Sri Hartanti Kustiningsih, dipadati pengunjung hingga hari terakhir. Pada hari terakhir stand Indonesia mendapat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum, Pertanian dan Pedesaan Wilayah Wallonia, Benoît Lutgen. Pada kesempatan tersebut, Menteri Lutgen mengucapkan terima kasih atas partisipasi Indonesia pada Pameran Libramont.  
  2. Berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraan pameran tahun ini tanpa didahului dengan Seremonial Pembukaan yang biasanya dihadiri oleh Perdana Menteri Belgia dan pejabat tinggi yang lain. Hal tersebut nampaknya untuk menghindari insiden seperti yang dialami tahun lalu, dimana peternak susu melakukan demonstrasi dan perusakan stand Federal Belgia. Perdana Menteri (demisioner) Belgia, Yves Leterme dan pejabat tinggi yang lain serta keluarga raja baru mengunjungi pameran pada hari ketiga dan keempat. Hingga hari terakhir pameran berlangsung dengan aman, tanpa adanya insiden seperti tahun lalu.

 

 Pengamatan

 

8.    Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pengunjung stand Indonesia mengalami peningkatan, meskipun berada pada lokasi yang sama. Hal ini karena adanya penataan stand yang dikemas dalam nuansa hijau yang nyaman bagi pengunjung. Selain itu adanya flyers dalam bahasa perancis yang berisi undangan mengunjungi stand Indonesia sambil merasakan kopi, teh dan aneka panganan khas Indonesia menjadi daya tarik tersendiri.

9.    Alat dan mesin (Alsin) pertanian Indonesia seperti Handsprayer, Mistblower, Power Sprayer, Jet Cleaner dan Brushcutter ternyata diminati oleh konsumen Eropa.  Beberapa pengunjung bahkan membeli langsung Handsprayer yang dipajang stand Indonesia. Mereka tertarik dengan alsin tersebut karena selain harganya bersaing, kualitasnya juga tidak kalah dari produk sejenis yang ada di pasaran.  Alsin pertanian  skala kecil sengaja dipamerkan dalam pameran kali ini, mengingat potensi yang cukup besar, khususnya untuk diaplikasikan pada lahan-lahan kecil yang banyak dikerjakan sebagai hobi. Produk Indonesia banyak diminati karena harganya yang sangat bersaing apabila dibandingkan dengan produk-produk sejenis buatan Eropa, namun tetap memiliki standar kualitas internasional. Diharapkan melalui pameran ini akan nada lebih banyak lagi produk mesin pertanian Indonesia yang akan dapat menembus pasar Uni Eropa.

10. Direktur PT Agrindo Maju Lestari, sebagai peserta pameran  menyatakan sangat bangga dapat menampilkan produk asli Indonesia dengan komponen kandungan lokal sekitar 80 % di pameran terbesar di Eropa ini, apalagi jika melihat antusiasme masyarakat yang mengunjungi stand Indonesia. Pada kesempatan pameran ini pihaknya juga mencari distributor untuk kawasan Eropa guna memasarkan produk alat pertaniannya secara lebih baik dan segera menindak lanjuti calon peminat dari Belgia dan Luxembourg.

11. Selain alsin pertanian, stand Indonesia juga menampilkan produk pertanian seperti kopi, teh, rempah-rempah dan berbagai produk panganan (snack).  Hingga hari terakhir stand Indonesia masih ramai dipadati pengunjung. Mereka tertarik dengan stand Indonesia yang asri dan pelayanan yang ramah, duduk berdiskusi maupun melihat produk yang dipamerkan sambil minum kopi dan mencicipi berbagai snack khas Indonesia. Sebagian pengunjung juga tekun mengikuti tayangan video “Sustainable Palm Oil -  a Precious Legacy” sembari menikmati keripik singkong non kolesterol aneka rasa. 

12. Singkong atau maniok lebih dikenal sebagai pakan ternak atau bahan baku industri ternyata bisa melekat di lidah Eropa dalam bentuk keripik. Selama ini konsumen Eropa lebih mengenal keripik kentang atau-pun tortila yang terbuat dari jagung. Kandungan kolesterol keripik singkong yang lebih rendah dari keripik kentang menjadi daya tarik lain bagi pengunjung.  Tidak cukup sekali coba, pengunjung pameran bahkan ingin memborong keripik singkong berbagai rasa yang dipamerkan stand Indonesia tersebut.

13. Dalam kegiatan pameran, selain produk alsintan dan peternakan terlihat berbagai produk yang diperlukan untuk mendukung sektor pertanian juga turut dipamerkan, seperti:

     Terkait dengan hal tersebut di atas maka pameran ini sangat potensial sebagai ajang promosi berbagai produk ekspor Indonesia yang diperlukan di sektor agrobisnis di Eropa. Khusus untuk produk minuman dan makanan olahan asli Indonesia seperti berbagai produk sari buah kemasan, buah kaleng dsb. Perlu mendapat perhatian untuk dipromosikan, karena merupakan endegeneous products dan merupakan produk tropis yang tidak diproduksi di negara subtropis.

14. Pameran International Foire de Libramont yang diselenggarakan setiap tahun merupakan ajang strategis untuk mempromosikan produk dan industri pertanian di Uni Eropa.  Dengan jumlah penduduk sekitar 495 juta  dan pendapatan per kapita rata-rata mencapai 25100 Euro, Uni Eropa merupakan pasar potensial untuk produk-produk pertanian serta industri mesin dalam skala kecil pada 27 negara anggotanya. Untuk itu KBRI Brussel merencanakan untuk memanfaatkan pameran ini sebagai agenda tahunan bagi promosi produk maupun investasi di bidang pertanian dan industri pertanian di Belgia. Tuntutan konsumen Eropa terhadap kualitas produk dan layanan yang tinggi juga dapat menjadi pendorong bagi pelaku usaha di Indonesia untuk terus meningkatkan daya saing produknya di pasaran global. 

 

Brussel, 28 Juli 2010