Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern (SPI)
Wilayah Indonesia Bagian Timur, di Nusa Tenggara Barat
Mataram, 20 – 22 Juli 2010
Penyelenggaraan kegiatan pemerintahan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi dan pelaporan, harus dilaksanakan secara tertib, terkendali, serta efektif dan efidien. Untuk itu diperlukan sistem pengendalian intern dalam rangka memberikan keyakinan kepada pimpinan sebagai penanggungjawab kegiatan, bahwa seluruh rencana kegiatan sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sistem pengendalian intern dalam penerapannya harus memperhatikan azas keadilan dan kepatutan serta mempertimbangkan ukuran, kompetensi, dan sifat dari tugas dan fungsi instansi pemerintah.
Untuk pelaksanaan sistem pengendalian sebagaimana dimaksud diatas, telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, yang mengatur secara menyeluruh pelaksanaan pengendalian yang dilandasi pada pemikiran bahwa sistem pengendalian intern melekat sepanjang kegiatan, dipengaruhi oleh sumberdaya manusia, serta memberikan keyakinan yang memadai, bukan keyakinan mutlak. Sebagai tindak lanjut PP 60/2008, Kementerian Pertanian menyusun pedoman pelaksanaan sistem pengendalian intern yang tertuang dalam Peraturan Menteri pertanian Nomor:23/Permentan/OT.140/5/2009 tentang Pedoman Umum Sistem pengendalian Intern (SPI) lingkup Departemen Pertanian. Permentan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan pelaksanaan sistem pengendalian intern baik untuk instansi pusat, maupun UPT dan satker yang berada pada lingkup Kementerian Pertanian. Hal tersebut sesuai dengan amanat pada pasal 47 ayat (1) PP 60/2008 bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga, Gubernur, dan Bupati/Walikota bertanggungjawab atas efektivitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern di Lingkungan masing-masing, terlebih Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran APBN yang tidak sedikit ke daerah dalam bentuk Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.
Mengingat strategisnya pelaksanaan SPI, pada tahun 2010 Kementerian Pertanian melalui Inspektorat Jenderal melakukan kegiatan Sosialisasi SPI sebagaimana telah dilakukan juga pada tahun 2009 lalu. Sosialisasi SPI direncanakan akan dilakukan untuk 3 wilayah yaitu Indonesia Bagian Barat, Tengah dan Timur. Sosialisasi SPI untuk wilayah Indonesia bagian barat, telah dilaksanakan di Palembang Sumatera Selatan pada tanggal 10-12 Mei 2010 bertempat di hotel Jayakarta. Sedangkan sosialisasi SPI untuk wilayah Indonesia bagian timur, baru saja dilaksanakan pada tanggal 20-22 Juli 2010 bertempat di hotel Grand Legi Mataram Nusa Tenggara Barat. Sedangkan untuk pelaksanaan sosialisasi SPI untuk wilayah Indonesia bagian tengah rencananya akan dilaksanakan di Surabaya Jawa Timur.
Peserta sosialisasi SPI di NTB terdiri dari Kepala Dinas/Badan Propinsi lingkup pertanian wilayah Sulawesi, Maluku, Irian, NTB, dan NTB, dan Kepala Dinas/Badan Kabupaten/Kota wilayah NTB, dengan total peserta sejumlah 147 orang. Acara pembukaan diawali dengan persembahan tari Gendang Beleq, yaitu tari khas budaya NTB yang dimaksudkan sebagai penyambutan untuk para tamu. Tari ini pada jaman dahulu dilakukan untuk menyambut para ksatria yang baru memenangkan peperangan dalam membela negara. Selain itu, acara pembukaan sosialisasi SPI juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Bapak Ir. H. Badrul Munir, MM yang sekaligus berkenan untuk memberikan sambutan dan membuka acara. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian khususnya Inspektorat Jenderal yang sudah mau melaksanakan kegiatannya di NTB, dan selain beliau juga sangat mendukung penerapan SPI sebagaimana amanat PP nomor 60 tahun 2008. Hal lain yang beliau sampaikan bahwa program pembangunan pertanian hendaknya disusun dengan mempertimbangkan aspek keunggulan lokal seperti misalnya di NTB program yang tepat salah satunya dengan mengembangkan peternakan sapi dan rumput laut. Selain itu, Wakil Gubernur menyampaikan keberhasilan pembangunan yang sudah dicapai salah satunya bahwa NTB sekarang sudah bisa menjadi salah satu lumbung padi dan mensuplai beras ke wilayah sekitarnya. Tidak lupa beliau juga mempromosikan potensi wisata di propinsi NTB yang tidak kalah menarik dibanding daerah lain. Sebagai kata penutup, disampaikan pesan agar seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan baik dan melaksanakannya di instansi masing-masing. Sementara itu, Inspektur I Bapak Ir. R. Azis Hidayat, MM, yang dalam hal ini mewakili Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, menyampaikan ucapan terimakasih sebasar-besarnya kepada Wakil Gubernur, para pejabat, dan para undangan yang telah bersedia menghadiri dan mengikuti kegiatan sosialisasi SPI. Dalam sambutannya Inspektur I menyampaikan bahwa sosialisasi SPI dilaksanakan sebagai tindaklanjut dari amanat PP nomor 60 tahun 2008, dan sudah ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian nomor:23/Permentan/OT.140/5/2009 tentang Pedoman Umum Sistem Pengendalian Intern lingkup Departemen Pertanian. Pedoman umum tersebut disusun dalam rangka memberikan arahan agar SPI lebih mudah dipahami sehingga lebih operasional dalam tugas-tugas kedinasan sehari-hari.
Penyajian materi pada sosialisasi kali ini, menggunakan teknik penyampaian yang dibuat sedemikian rupa agar peserta tidak merasa bosan dan monoton, akan tetapi substansi materi tidak menjadi hilang. Hal tersebut dilakukan dengan menggunakan perpaduan dari penguasaan materi oleh narasumber (Ir. Mursid Suhadi, MM, Drh. Prabowo RCR, MM, Erif Hilmi, SH, Ir. Yanuar. M.Ec, Ir. Fadhly Jamals, MM, Ir. YB Kuncoro Eko P, MM, Ir. Widono, MM, MM, Ir. Bambang Pamuji, Drs. Suyitno, M.Si, Drs. Imam Subarkah, MM, Drh. IGMN Kuswandana, MM), menggunakan efek audio dan video/clip terutama contoh-contoh pelaksanaan SPI, dan juga dengan game-game yang bersifat membangun dan sejalan dengan konsep SPI itu sendiri. Selain itu, untuk memudahkan penerimaan peserta terhadap materi yang disajikan, peserta diberikan contoh kasus yang harus diuraikan dan diselesaiakan dengan metode SPI yang secara konsep mengadopsi dari COSO yaitu terdiri dari Lingkungan Pengendalian, Penilaian Resiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, dan Pemantauan. Untuk penyelesaian soal kasus (narasumber dari Ditjen Hortikultura, Badan Pengembangan SDM Pertanian, Pusvetma), peserta di bagi dalam 3 kelompok kerja dengan nama kelompok SMART, SPEED, dan STRICK yang masing-masing didampingi oleh 2 orang pembimbing dan 1 panitia sebagai fasilitator. Sebagai gambaran keberhasilan penyerapan materi sosialisasi, pada hari ketiga masing-masing kelompok melakukan pemaparan hasil telaahan mereka dihadapan seluruh peserta. Untuk memacu semangat dan motivasi peserta, panitia melakukan penilaian terhadap masing-masing kelompok sebagai apresiasi kesertaan dalam kegiatan sosialisasi dengan menggunakan 3 kriteria yaitu penguasaan Substantif, Performance, dan Teknik Penyajian, dan hasilnya adalah kelompok STRICK sebagai juara I, SPEED juara II, dan SMART juara III.
Acara penutupan sosialisasi SPI dilakukan tanggal 22 Juli diawali dengan pesan kesan peserta yang diwakili oleh Kepala Dinas Peternakan propinsi Bali, Bapak Ir. I Putu Sumantra, M.APP. Sc. Beliau menyampaikan terimakasih telah diberi kesempatan untuk mengikuti acara sosialisasi ini dan merasa bahwa isi materi dan cara penyampaian oleh nara sumber sungguh luar biasa, karena metodenya bahkan belum pernah ditemui selama ini. Acara secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Nusa Tenggara Barat Bapak Ir. Pending Dadik Permana, M.Ec. Dev. dan beliau menyampaikan terimakasih atas penyelenggaraan kegiatan sosialisasi ini, sekaligus beliau meminta maaf apabila ada hal-hal yang kurang sebagai tuan rumah. Harapan beliau agar materi yang sudah diterima untuk segera diimplementasikan pada instansi masing-masing sepulang dari kegiatan ini. Tidak lupa beliau menyampaikan agar peserta tidak lupa untuk mengunjungi obyek-obyek wisata yang ada di NTB, dan untuk itu beliau memfasilitasinya dengan menyediakan kendaraan untuk mengantarkan peserta ke obyek wisata yang ada.
FOTO KEGIATAN:
Foto-1 foto-2 foto-3 foto-4 foto-5 foto-6 foto-7 foto-8
foto-9 foto-10 foto-11 foto-12 foto-13 foto-14 foto-15
Last Updated ( Friday, 30 July 2010 13:22 )











