MEWASPADAI OPT BARU YANG EKSPLOSIF DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA
Oleh : Siswanto Mulyaman – Kasubdit Florikultura,
Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura
Perubahan iklim dan cara budidaya serta kebijakan global, dapat mengubah komposisi spesies serangga di alam. Perubahan faktor iklim biasanya paling awal dituding sebagai penyebab merebaknya serangan OPT. Hal ini sering terjadi pada lahan pangan, beberapa OPT sering meningkat saat perubahan faktor iklim terjadi dan sangat ekstrim. Di bidang hortikultura, ada 2 (dua) kategori OPT baru, yaitu OPT yang benar-benar baru ada di suatu wilayah dan OPT yang memang baru diketahui dan dilaporkan. Kategori OPT yang benar-benar baru di suatu wilayah, umumnya terjadi karena berbagai hal, antara lain perubahan faktor iklim yang mengubah komposisi (nisbah) musuh alami dan OPT yang tidak imbang di alam dan terbawa benih yang diimpor. Sementara OPT yang baru diketahui dan dilaporkan, lebih banyak terjadi akibat keterbatasan pengetahuan petugas lapangan untuk mengenali, memantau dan mengupayakan langkah penanggulangannya.






Perubahan iklim pada sub sektor hortikultura sudah terjadi dan makin meningkat dampak kejadiaanya pada tahun mendatang seperti bencana alam banjir, kekeringan dan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Meningkatnya dampak perubahan iklim (DPI) diprakirakan juga akan menimbulkan kerusakan dan kerugian makin besar pada tanaman hortikultura. Hal ini akan terjadi apabila upaya antisipasi terhadap DPI pada tanaman hortikultura kurang mendapat perhatian dan perencanaan yang baik serta berkelanjutan.















