Selamat datang di homepage Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bengkulu
Selamat Datang di homepage Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bengkulu

Suatu kebanggan bagi kami saat ini Anda mengunjungi homepage
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bengkulu

BERITA

Selasa, 6 Mei 2008

Pada tanggal 4 januari 2008, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bengkulu telah menerima DIPA APBN TA 2008 dengan rincian anggaran sebagai berikut :

 
-

Dana dari Ditjen Peternakan sebesar Rp. 14.738.390.000,-

-

Dana dari Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil pertanian sebesar Rp. 2.855.000.000,-

-

Dana dari Ditjen Pengolahan Lahan dan Air sebesar Rp. 2.140.000.000,-

Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut : >> Selengkapnya....


Kamis, 21 Pebruari 2008

RENCANA KEGIATAN PETERNAKAN TAHUN 2008

a.

Pagu anggaran APBN yang telah disetujui DPR RI untuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bengkulu adalah sebesar Rp18.773.465.000,- yang dialokasikan dalam bentuk dana dekonsentrasi dan tugas perbantuan.  Selain itu, dalam pelaksanaan kegiatan pada tahun anggaran 2008 juga akan dialokasikan dana konsentrasi untuk menunjang kebijaksanaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Departemen Pertanian.

b.

Khusus untuk pengembangan sapi perah dalam peningkatan konsumsi protein hewani di Propinsi Bengkulu, telah diupayakan penarikan dana bantuan luar negeri(BLN) dari pemerintah Jepang melalui program Second Kennedy Round (SKR). Pada saat ini prosesnya dalam tahap pengesahan. Jumlah dana yang akan dialokasikan sebesar Rp3M melalui SRAA Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bengkulu.  Dengan demikian jumlah dana APBN akan menjadi Rp21.773.465.000,-

c.

Dana APBD yang telah disetujui oleh DPRD Bengkulu sebesar Rp1.718.059.800,- untuk memfasilitasi kegiatan rutin dan perencanaan pengembangan peternakan

d.

Penekanan kegiatan peternakan pada tahun 2008 adalah pada Program Swasembada Daging Sapi (PSDS), dengan demikian akan dialokasikan anggaran untuk:

  - Integrasi ternak dan tanaman : 963 ekor sapi dan 600 ekor kambing
  - Penggantian sapi betina di RPH : 60 ekor sapi
  - Pengadaan sapi potong di daerah bencana alam : 400 ekor
  - Pembentukan Unit Lokasi Inseminasi Buatan (ULIB) baru : 7 lokasi
  - Pengadaan bibit sapi eks import : 100 ekor
  - Penataan kios daging : 1 unit
  -

Pengembangan Inseminasi Buatan melalui operasional IB 3000 dosis, pemeriksaan kebuntingan 2000 ekor, ATR untuk 500 ekor dan recording 300 sapi, penyediaan 6000 liter N2 cair.  Sedangkan semen untuk IB akan disediakan oleh Ditjennak.

e.

Upaya meningkatkan pengembangan sapi perah menjadi suatu kawasan industri susu  dengan menyediakan sapi perah 3 kelompok dan selanjutnya akan menghasilkan susu yang dijual dengan harga terjangkau untuk masyarakat pedesaan.

f. Untuk pencegahan dan pengendalian penyakit, difokuskan pada kegiatan:
  -

Pengendalian AI dengan Penanggulangan Darurat Flu Burung, Pertemuan Tim Task Force, Biosekuriti, dan Restrukturisasi Kawasan Budidaya Unggas.

  - Pemberantasan rabies dengan eliminasi HPR : 1.000 ekor anjing dan vaksinasi untuk 20 ekor anjing
  - Pengendalian Brucellosis melalui surveillance 2000 sample dan uji tapis 1.000 ekor
  - Pembuatan peta penyakit zoonosis 1 paket.
  - Pembuatan POSKESWAN 2 unit
  - Fasilitasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (KESMAVET) 6 kegiatan
g. Untuk menunjang pengembangan usahatani ternak, disediakan sarana antara lain :
  - Timbangan digital 3 unit
  - Kandang jepit 8 unit
  - Chopper khusus untuk pelepah sawit 5 unit
  - Tempat pengumpulan unggas 1 paket
  - Peralatan kios daging 1 paket
  - Restrukturisasi kawasan unggas 2 kelompok

Kamis, 21 Pebruari 2008

LAPORAN SINGKAT KEMAJUAN PELAKSANAAN KEGIATAN PETERNAKAN

DI PROVINSI BENGKULU TAHUN 2006 - 2007
 
1.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bengkulu memiliki tugas pokok menyelenggarakan urusan rumah tangga baik desentralisasi maupun dekonsentrasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan yang diberi kewenangan oleh gubernur serta tugas perbantuan yang diberikan oleh pemerintah berdasarkan perundangan yang berlaku.

2.

Terjadi peningkatan populasi dan produksi ternak sehingga konsumsi protein hewani meningkat dari 3,15gram/kapita/tahun (tahun 2005) menjadi 3,19gram/kapita/tahun (tahun 2006) atau meningkat sebesar 1,27%. Pada tahun 2007 diperkirakan akan menjadi 3,40gram/kapita/tahun atau meningkat menjadi 6,58%.  Peningkatan konsumsi protein hewani ini merupakan salah satu indikator pembangunan peternakan.

3.

Untuk meningkatkan usaha peternakan, dilakukan penyebaran ternak melalui perguliran.  Jumlah ternak pemerintah yang telah digulirkan kepada masyarakat 8.689 ekor pada tahun 2006 dan menjadi 9.163 ekor pada tahun 2007 atau meningkat 5,5%. Adapun penyebaran ternak ini dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti Sistem Integrasi Sapi Sawit (SISKA), Sistim Integrasi Sapi-Jagung (SISGUNG),Penguatan Modal Usaha Kelompok (PMUK), perguliran sapi IFAD, pengembangan bibit sapi, penggantian sapi betina produktif di Rumah Potong Hewan (RPH) dan lain-lain.

4.

Di samping melalui perguliran ternak, peningkatan usahatani ternak juga dilakukan melalui LM3(Lembaga Mandiri Mengakar pada Masyarakat). Pada tahun 2006 ada 10 pondok pesantren yang mendapatkan bantuan dengan penyerapan dana Rp 1.641.830.000,- dan pada tahun 2007 menjadi 13 pondok pesantren dengan penyerapan dana Rp 2.727.500.000,- atau meningkat 66%.

5. Secara umum, jumlah investasi pihak swasta pada usaha peternakan pada tahun 2006 sebesar Rp 3,5M dan meningkat pada tahun 2007 menjadi Rp 4M.
6.

Salah satu fungsi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah mengendalikan, mencegah dan memberantas penyakit hewan.  Untuk itu telah dilakukan upaya lebih intensif pada tahun 2006 sehingga pada tahun 2007 dihasilkan :

  - Kasus Avian Influenza (AI) atau Flu Burung, menurun sebesar 77%
  -

Penurunan 300% kasus Septichaemia Epizootica (SE) atau Penyakit Ngorok pada ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba)

  - Kasus Rabies menurun 68%
  - Penurunan jumlah kematian ternak  dari yang sakit menurun dari 5% menjadi 2%
7. Sarana peternakan yang dilengkapi pada tahun 2006 antara lain :
  - Pasar ternak di Kabupaten Rejang Lebong dan Kota Bengkulu
  - Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner 1 unit
  - Kebun Hijauan Makanan Ternak (HMT) seluas 100 hektar
  - Pembuatan embung untuk ternak 10 unit
  - Pos Kesehatan Hewan (POSKESWAN) 1 unit
  - Kendaran khusus (Roda-4) 2 unit
  - Kendaraan roda-2 sebanyak 6 unit
  - Pompanisasi 13 unit
  - Irigasi air dangkal 10 unit
  - Jalan produksi 2 km
  - Padang penggembalaan 30 Ha
  - Optimalisasi lahan 100 Ha
8. Sarana peternakan yang dilengkapi pada tahun 2007 antara lain :
  - POSKESWAN 2 unit
  - Rumah Potong Hewan (RPH) 1 unit
  - ULIB 3 unit
  - Kendaraan roda-2 sebanyak unit
  - Kebun HMT 45 Ha
  - Padang penggembalaan 40 Ha
  - Pembuatan embung 2 unit
  - Irigasi air dangkal 3 unit
  - Irigasi air permukaan 3 unit
  - Jalan produksi 5 km
9.

Dalam meningkatkan sumberdaya manusia (SDM), pada tahun 2006 telah dilatih 130 orang petugas dan 50 orang petani. Pada tahun 2007 telah dilatih 30 orang petugas dan 20 orang petani.  Sehingga pembangunan peternakan diikuti oleh peningkatan SDM.

10.

Penyerapan dana APBN dan APBD secara keseluruhan untuk peternakan di Propinsi Bengkulu pada tahun 2006 mencapai Rp16.289.223.500,- sedangkan pada tahun 2007 meningkat menjadi Rp20.150.475.000,- atau dengan kata lain meningkat 24%.


Senin, 18 Pebruari 2008
DIPA APBN T.A. 2008
Pada tanggal 4 januari 2008, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Bengkulu telah menerima DIPA APBN TA 2008 dengan rincian anggaran sebagai berikut :
- Dana dari Ditjen Peternakan sebesar Rp. 14.738.390.000,-
- Dana dari Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil pertanian sebesar Rp. 2.855.000.000,-
- Dana dari Ditjen Pengolahan Lahan dan Air sebesar Rp. 2.140.000.000,-

Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut (Klik disini ....)


Berita Sebelumnya >>